<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830</id><updated>2011-07-07T13:32:36.066-07:00</updated><title type='text'>POLICE LINE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-1901655250102187569</id><published>2009-12-08T21:50:00.001-08:00</published><updated>2009-12-08T21:59:23.730-08:00</updated><title type='text'>Hotel Club Bunga Minta Korban Sopir Tewas Dikamar Mengenaskan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sx87oE9zKMI/AAAAAAAACdk/9oxyYbLvAPA/s1600-h/200x400_10.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sx87oE9zKMI/AAAAAAAACdk/9oxyYbLvAPA/s320/200x400_10.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413110836836378818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC , MALANG &lt;br /&gt;Heri Setiarto, sopir Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun, ditemukan meninggal di kamar mandi salah satu kamar Klub Bunga, Kota Batu pukul 09.30 kemarin. Laki-laki 47 tahun ini ditemukan luka memar dan berdarah di kepala dekat telinga sebelah kiri. Bapak satu anak ini berada di hotel dalam rangkaian acara rapat kerja Panwaslu se-Jatim yang digelar sejak Minggu (6/12) hingga Selasa (8/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ditemukan kali pertama oleh petugas room service bernama Pendik yang masuk kamar 112, tempat Heri menginap, sekitar pukul 09.30 untuk membersihkan ruangan. Pendik terkejut karena menemukan Heri sudah dalam keadaan terbujur kaku di dalam kamar mandi. Petugas segera menghubungi atasannya dan berlanjut memberitahu teman satu rombongannya dan melaporkan ke polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung Hari, teman satu rombongan mengatakan kontak terakhir dengan almarhum sekitar pukul 09.00 ketika olahraga pagi. "Setelah itu, dia masuk kamar dan tidak diketahui lagi kabarnya. Tahu-tahu, ada petugas hotel memberitahu saya jika Heri meninggal," kata Agung saat ditemui di ruang tunggu Kamar Jenazah RSSA Malang. Setelah dinyatakan meninggal oleh tim medis dan polisi yang datang ke lokasi kejadian, jenazah Heri dibawa ke Kamar jenazah RSSA Malang untuk diotopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung, yang juga Ketua Panwaslu Kota Madiun, menyakini Heri meninggal karena sakit. Karena pada Kamis (3/12) lalu dia pernah mengeluh badannya terasa tidak enak setelah mengkonsumsi minuman penambah energi dicampur dengan minuman bersoda. Semenjak itu dadanya terasa sesak. "Saya menyarankan agar dia ambil libur untuk istirahat, namun dia menolak dan tetap bekerja. Hingga Minggu kemarin, dia ikut mengantarkan kami ke Batu," ujar Agung. Selama bekerja menjadi driver di panwaslu, Heri termasuk pegawai yang baik dan rajin bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasat Reskrim Polres Batu AKP Decky Hermansyah memastikan tidak ada kekerasan dari orang lain. Meski ditemukan ada luka di tubuhnya, itu karena pecahan kaca. "Dugaan kami dia terpeleset dan membentur kaca serta wastafel," terang dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dari beberapa keterangan yang dihimpun polisi, ada penghuni kamar yang mendengar ada suara pecahan kaca sekitar pukul 01.00. Saat ditemukan, kamar dalam kondisi tertutup, televise menyala dan lampu kamar menyala. Sedangkan kamar tidur dalam kondisi rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;General Manager Klub Bunga Livi mengatakan, pihak hotel juga mengatakan korban datang bersama kelompok Panwaslu Madiun. Sehingga juga tidak tahu jika sopir itu adalah salah satu tamunya. "Karena atas nama kelompoknya, kami tidak tahu, kalau yang menempati adalah korban," ujar dia. (rt)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-1901655250102187569?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/1901655250102187569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=1901655250102187569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1901655250102187569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1901655250102187569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/12/hotel-club-bunga-minta-korban-sopir.html' title='Hotel Club Bunga Minta Korban Sopir Tewas Dikamar Mengenaskan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sx87oE9zKMI/AAAAAAAACdk/9oxyYbLvAPA/s72-c/200x400_10.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-6416712460595658757</id><published>2009-11-20T17:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T17:14:41.988-08:00</updated><title type='text'>Dibekuk Perampok Toko Emas di Kediri</title><content type='html'>KRC, SURABAYA - &lt;br /&gt;Direktorat Reserse Kriminal Poda Jatim kembali membekuk tiga perampok kakap. Mereka perampok bersenjata api yang menguras Toko Emas Kencana Kediri, Oktober lalu, dengan kerugian Rp 320 juta. Satu pelaku lain masih diburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga penjahat yang kini meringkuk di tahanan mapolda itu adalah Nurhadi, 36, warga Munduh Rejo, Umbulsari, Jember; Widianto, 58, warga Sukoyuono, Kepanjen, Malang; dan Binka Purnomo, 49, warga Kromengan Kepanjeng, Malang. Satu orang berinisial Aw masih dikejar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka menghebohkan Kediri dan sekitarnya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti di Mapolda Jatim kemarin (19/11). Bagaimana tidak, mereka selalu beraksi di siang bolong, bahkan di tempat ramai sekalipun. Untuk menakuti korban, mereka selalu menggunakan senjata tajam dan pistol mainan. "Tapi, mereka juga membawa senjata api laras panjang rakitan," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, pada 17 Oktober, komplotan itu menguras Toko Emas Kencana Kediri. Toko tersebut milik salah seorang pejabat di Kediri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasatpidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Anom Wibowo menuturkan bahwa perampokan tersebut terjadi pukul 12.00. Saat itu dua penjaga toko emas didatangi empat orang yang semuanya mengenakan helm teropong. Perampok itu mengacungkan pistol mainan, celurit, dan senjata laras panjang. Seluruh perhiasan yang dipajang di etalase pun amblas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditreskrim Polda Jatim lantas turun tangan. Kecurigaan mengerucut pada nama-nama lama. Nama Widianto pun muncul. "Beberapa tahun lalu dia ditahan dengan kasus sama," kata perwira dengan dua mawar di pundak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, Senin (16/11), polisi menciduk Widianto di rumahnya. Nurhadi dan Binka pun menjadi sasaran selanjutnya. Ternyata, Widianto dan Binka adalah kakak beradik yang mengotaki perampokan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita puluhan perhiasan emas sisa perampokan itu, uang tunai Rp 20 juta, lima buku tabungan, satu celurit, dan satu pistol mainan. "Senapan rakitannya sudah dibuang di Sungai Brantas," tutur Anom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada polisi, masing-masing mengaku mendapatkan bagian Rp 60 juta-80 juta. "Sebagian emasnya dilebur, lalu dijual lagi. Sisanya diberikan ke istri masing-masing," ujarnya(hn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-6416712460595658757?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/6416712460595658757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=6416712460595658757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6416712460595658757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6416712460595658757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/11/dibekuk-perampok-toko-emas-di-kediri.html' title='Dibekuk Perampok Toko Emas di Kediri'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-7701948020355229617</id><published>2009-11-16T17:51:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T17:54:46.074-08:00</updated><title type='text'>Terkena Aturan Polwil Terancam Dibubarkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SwICUktE6DI/AAAAAAAACYE/vAoJ9Hhtl0Q/s1600/300x200_3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SwICUktE6DI/AAAAAAAACYE/vAoJ9Hhtl0Q/s320/300x200_3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404885055271397426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC, Malang&lt;br /&gt;Sekitar 418 anggota Polwil Malang, terpaksa harus hengkang dari Mapolwil Malang, seiring dengan kebijakan 100 hari kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) part II. Salah satu isinya adalah mentiadakan Polwil dalam jajaran kepolisian. Tak ayal, kabar tersebut langsung direspon oleh para anggota. Tidak semua polisi mengatakan jika ditiadakan polwil itu adalah berita baik. &lt;br /&gt;Banyak anggota menganggap, ditiadakkan Polwil ini merupakan berita buruk. Alasannya adalah, mereka harus kembali beradaptasi dengan lingkugan kerja dan tempat yang baru.&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Kasubag Reskrim Polwil Malang, Kompol Sudibyo, sesuai dengan kebijakan dari KIB Part II ini, jajaran kepolisian paling tinggi adalah Mabes Polri. Selanjutnya ke bawah Polda, kemudian Polres/ta, terakhir Polsek/ta. &lt;br /&gt;Sistem yang digunakan adalah pramit, yaitu pemekaran di bawah, dengan menambah personil di jajaran bawah, Polres/ta ataupun polsek/ta.&lt;br /&gt;‘’Maka secara otomatis, tipe masing-masing polres/ta akan naik satu tingkat. Dari tipe C naik satu tingkat menjadi tipe B2. Atau dari tipe B2 naik menjadi tipe B1,’’ kata Kasubag.&lt;br /&gt;Terkait dengan sistem, Kasubag pun mengatakan masih tetap sama, yaitu Polri dimana ataupun kemana fungsinya tetap memberikan pelayanan. ‘’Sampai saat ini fungsi Polri tetap, belum berubah yaitu memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat,’’ tambahnya.&lt;br /&gt;Bukan itu saja, bapak tiga anak ini juga mengatakan, kenaikan tipe polres ini juga akan menyedot anggota cukup banyak. Terutama tingkat Polsek. &lt;br /&gt;Seperti contohnya, Polresta Malang yang semula tipenya B2 akan naik menjadi B1. Dan anggota di Polsekta yang tadinya 70 anggota, menjadi 100-120 anggota.&lt;br /&gt;‘’Kemarin sudah ada gelar terkait ini. Dan seluruh Kapolres/ta diminta menyampaikan kekurangan anggotanya,’’ tambah Sudibyo sambil mengatakan untuk jajaran Malang Raya kebutuhan penambahan anggota paling besar adalah Polres Malang yaitu 320 anggota. &lt;br /&gt;Sementara Polresta Malang 120 anggota, dan Batu sekitar 70 anggota. ‘’Jumlah pastinya saya tidak tahu, coba dilihat dibagian Personil yang mencatat hasil gelar kemarin,’’ tandas Kasubag.&lt;br /&gt;Selain anggota, terkait semua kasus dan barang bukti di Polwil Malang pun juga di limpahkan ke Polres masing-masing kasus itu terjadi. Namun begitu, sebelum Polwil betul-betul ditiadakan, pihak reskrim berusaha  untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;‘’Kalau penanganan kasus diupayakan sebelum likudiasi ditetapkan semuanya selesai. Namun untuk barang bukti, seperti 100 kendaraan di depan itu kami belum tahu akan dikemanakan,’’ tandas Sudibyo.&lt;br /&gt;Sementara seluruh anggota Polwil Malang sejak Kamis (12/11) lalu diberi angket. Satu persatu mereka diminta mengisi formulir tujuan kota ataupun tempat pindahnya. &lt;br /&gt;‘’Umumnya para anggota memilih jajaran Malang Raya, baik di Polsek/ta ataupun di Polres/ta. Yang jelas, memilihnya tempat yang tidak jauh dari rumah. Kasihan anak-anak, kalau kita berjauhan,’’ urai salah satu Polwan yang meminta namanya tidak disebutkan. (dd)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-7701948020355229617?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/7701948020355229617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=7701948020355229617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/7701948020355229617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/7701948020355229617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/11/terkena-aturan-polwil-terancam.html' title='Terkena Aturan Polwil Terancam Dibubarkan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SwICUktE6DI/AAAAAAAACYE/vAoJ9Hhtl0Q/s72-c/300x200_3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-2470291514722051861</id><published>2009-11-02T16:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T16:22:09.576-08:00</updated><title type='text'>Bisnis Dibatalkan Warga China Di Culik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Su93p0kFmCI/AAAAAAAACKw/yPDQiXBz6R4/s1600-h/info-iring-anak_200x300.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Su93p0kFmCI/AAAAAAAACKw/yPDQiXBz6R4/s400/info-iring-anak_200x300.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399666038608861218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC, SURABAYA &lt;br /&gt; Penculikan warga negara asing kembali terjadi di Surabaya. Kali ini penculikan diduga melibatkan oknum TNI AL. Korbannya ; Chu Juangchi, warga negara Taiwan. Setelah diculik dan disekap, dipukuli selama sehari semalam, dan pada akhirnya polisi menyelamatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menetapkan inisial HTS (39), warga Jalan Wiratno, Surabaya sebagai tersangka penculikan. Sedangkan 2 oknum TNI AL berinisial H dan M masih diperiksa sebagai saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung menuju ke Teluk Kumai - Tanjung Perak dan menyelamatkannya," kata Kasat Pidum Dit Reskrim Polda Jatim AKBP Anom Wibowo di mapolda, Jl.  Ahmad Yani Surabaya, Senin (2/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatalan Bisnis&lt;br /&gt;Ceritanya, Chu Juangchi asal Chang Hua Sein Young Ching Siang Wu Chong, Taiwan, itu berkerja sama di bidang bisnis biji kuningan dengan tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersangka menyanggupi memasok biji kuningan seharga Rp. 200 juta dari Tulungagung. Bahkan, tersangka juga sudah menyiapkan transportasi dan menyewa gudang untuk menyimpan biji kuningan itu. Tiba-tiba, Chu menggagalkan kerja sama sehingga membuat tersangka marah sehingga menculiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Motif penculikan yang dilakukan tersangka adalah kerja sama bisnis yang dibatalkan korban," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penculikan itu berawal ketika korban sedang mengurus keimigrasian di kantor imigrasi Malang. Setelah mengurus di kantor tersebut, korban dijemput tersangka yang dikawal 2 temannya dari oknum TNI AL dan langsung dibawa ke kantor tersangka di Jl. Teluk Kumai Barat, Tanjung Perak Surabaya, Jumat (30/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di kantor tersangka, Chu disekap di sebuah ruangan dan dipukuli oleh tersangka. Keberadaan korban itu diketahui rekan korban sesama WN Taiwan, Huang Hsu Yuan. Huang menduga temannya menjadi korban penculikan dan langsung melapor ke Polda Jatim sesuai dengan Surat Tanda Bukti Laporan Nopol: LPB/672/X/2009/Biro Ops Polda Jatim, pada Sabtu (31/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kanit Resmob Sat Pidum, Kompol Eko Siswoyo bersama anak buahnya langsung ke lokasi dan  menyelamatkan korban. Setelah dikembangkan, polisi menangkap tersangka dan memeriksa kedua oknum TNI. "Keduanya masih kita periksa sebagai saksi," jelas Anom Wibowo.(jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-2470291514722051861?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/2470291514722051861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=2470291514722051861' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2470291514722051861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2470291514722051861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/11/bisnis-dibatalkan-warga-china-di-culik.html' title='Bisnis Dibatalkan Warga China Di Culik'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Su93p0kFmCI/AAAAAAAACKw/yPDQiXBz6R4/s72-c/info-iring-anak_200x300.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-1681747182683593150</id><published>2009-10-21T20:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T20:28:25.817-07:00</updated><title type='text'>Kapolda Jatim Resmikan Forum Peduli Keamanan ( FPK ) Surabaya Selatan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_RRzkz5uI/AAAAAAAACG8/7tU-WXwZ8tE/s1600-h/kuh2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_RRzkz5uI/AAAAAAAACG8/7tU-WXwZ8tE/s400/kuh2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395260982445729506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_Q_bLmr8I/AAAAAAAACG0/8Agllb4Dgqw/s1600-h/kuh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 234px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_Q_bLmr8I/AAAAAAAACG0/8Agllb4Dgqw/s400/kuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395260666659909570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs.H.Anton Bachrul Alam.SH. Rabu kemarin (14/10) Kembali meresmikan salah satu program polri yaitu membentuk partnership antara polisi dan masyarakat, dimana Forum Peduli Keamanan ( FPK ) ini mempunyai tugas pokok yaitu mendata secara teliti masyarakat pendatang. Ini juga dapat mempersempit ruang gerak teroris, cara seperti inilah juga dapat mencegah timbulnya kejahatan di lingkungan.&lt;br /&gt; Sekitar 1.100 wakil warga dari wilayah hukum, Polresta Surabaya Selatan dikukuhkan oleh Kapolda Jatim. Hadir pula pada acara tersebut Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol. Drs. Ronny F. Sompie, Wali Kota Surabaya Bambang D.H, serta Kapolres jajaran Polwiltabes Surabaya.&lt;br /&gt; Kapolda Jatim menyampaikan rasa terima kasihnya kepada anggota FPK yang dengan sukarela dan penuh kepedulian turut peduli menjaga keamanan kota, serta meminta kepada orang tua untuk terus mewaspadai sepak terjang teroris. Sebab selain membidik remaja – remaja broken home, teroris juga mengincar anak – anak yang masih dibawah umur, mereka didoktrin, lalu di rekrut menjadi teroris. Ujarnya kemarin saat memimpin apel pengukuhan Forum Peduli Keamanan ( FPK ) di Balai Kota Surabaya.(js)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-1681747182683593150?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/1681747182683593150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=1681747182683593150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1681747182683593150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1681747182683593150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/10/kapolda-jatim-resmikan-forum-peduli.html' title='Kapolda Jatim Resmikan Forum Peduli Keamanan ( FPK ) Surabaya Selatan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_RRzkz5uI/AAAAAAAACG8/7tU-WXwZ8tE/s72-c/kuh2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-5701231619982177186</id><published>2009-10-21T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T20:16:23.809-07:00</updated><title type='text'>Nasabah BCA Di Rampok</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_OclvvopI/AAAAAAAACGs/IyPjFBmS7xo/s1600-h/pok.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 183px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_OclvvopI/AAAAAAAACGs/IyPjFBmS7xo/s200/pok.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395257869177168530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC,Police Line–&lt;br /&gt;Nasabah bank kembali jadi incaran penjahat. Kejadian itulah yang siang kemarin dialami Agus H, 41 tahun warga Jalan Raya Buring, Kota Malang, yang dalam perjalanan pulang mencairkan uang Rp57 juta di BCA. Uang dalam tasnya, disikat gerombolan jambret mengendarai dua unit speda motor. Namun, korban bersama warga sekitar berhasil meringkus Bayu, 32 tahun, yang diduga kuat terlibat kejahatan tersebut.  &lt;br /&gt;Imbasnya, pemuda asal Kampung Mustika RT044 RW11, Landasan Ulin Timur, Banjar Barum, Banjarmasin. Beruntung saat itu petugas Unit Lalulintas Polresta Malang, cepat mendatangi TKP sehingga tersangka yang kondisinya sudah babak belur bisa cepat diamankan. Dalam pemeriksaan, Bayu mengelak tuduhan terlibat perampasan, apalagi tidak ada barang bukti tas berisi uang ataupun bukti lain yang ditemukan pada dirinya. &lt;br /&gt;“ Tersangka tidak sendirian, dan hasil rampasan berupa tas berisi uang telah dibawa pelaku lainnya, yang saat ini masih dalam pengejaran,’’ terang Kapolsekta Klojen AKP Tukimin Hadi, sambil mengatakan jika dari tangan Bayu, pihaknya hanya mengamankan satu sepeda motor Jupiter MX AD 2036 AH yang semula dia kendarai.&lt;br /&gt;Diperoleh informasi, saat itu Agus baru saja menarik uang senilai Rp 57 juta dari BCA Jalan Basuki Rachmad, Kota Malang. Kemudian dengan mengendarai mobil Pickup, Agus pun berniat pulang. Diduga saat itulah, Bayu dan tiga rekannya membuntuti. Faktanya begitu sampai di depan rumahnya dan saat Agus hendak membuka pintu pagar, salah satu tersangka merebut tasnya.&lt;br /&gt;“ Saya tidak ingat siapa yang mengambil. Yang jelas saat itu dia (Bayu) posisinya di atas motor dan berhasil saya pegang sambil saya berteriak maling,’’ urai Agus. Teriakan Agus menundang warga lain, yang dengan penuh emosi menghajarnya.&lt;br /&gt;Kebetulan tidak jauh dari TKP, ada razia kendaraan yang digelar anggota Unit Lalulintas Polresta Malang. Sehingga begitu mendapat laporan, dua anggota bergerak mendatangi TKP mengamankan tersangka. Polisi lainnya, pilih menghadang Suzuki Satria yang melaju kencang menabrak seorang polisi Lalu lintas, sekaligus melempar Bripka Triono dengan helm.“Kami langsung melakukan upaya pengejaran, walaupun tidak berhasil,’’ujar Triono.&lt;br /&gt;Bayu tetap mengelak  jika dirinya dituduh sebagai pelaku perampasan. Dia justru mengaku sebagai pegusaha kayu dari Banjarmasin, dan datang ke Malang bersama Arif. “Saya tidak tahu Pak, sungguh saya tidak tahu. Saya ke sini hanya untuk memasarkan kayu bersama teman saya Arif,’’ kata Bayu.&lt;br /&gt;Namun demikian, dia tidak mengelak jika dirinya juga sempat mampir ke kantor BCA Jalan Basuki Rachmad untuk mentransfer uang pembayaran kayu kepada majikannya di Kalimantan senilai Rp 200 ribu.  Untuk meyakinkan polisi, dia menunjukan slip namun kelirtu slip setor bukan transfer. Kejanggalan lainnya, nomor rekening yang ditulis juga salah.&lt;br /&gt;“Tersangka ini sudah mengincar korban sejak di dalam bank, dan jika dia tidak mengaku itu haknya, yang jelas kami memiliki barang bukti yang cukup untuk membawanya ke rutan,’’tambah Kapolsekta.(jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-5701231619982177186?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/5701231619982177186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=5701231619982177186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5701231619982177186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5701231619982177186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/10/nasabah-bca-di-rampok.html' title='Nasabah BCA Di Rampok'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/St_OclvvopI/AAAAAAAACGs/IyPjFBmS7xo/s72-c/pok.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4052642587576587358</id><published>2009-06-24T01:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T23:59:09.623-07:00</updated><title type='text'>15 Warga Afganistan Setelah Ditangkap Polisi Dipindah ke Makasar dan Mataram</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sk2sDlj_DNI/AAAAAAAAB6M/23o4Dv8L0mg/s1600-h/hadi.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 399px; height: 290px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sk2sDlj_DNI/AAAAAAAAB6M/23o4Dv8L0mg/s400/hadi.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354124709636017362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SkHgrN8VnFI/AAAAAAAAB2k/4u7-4JrSH48/s1600-h/Sutrisno+Wasdakim+Imigrasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SkHgrN8VnFI/AAAAAAAAB2k/4u7-4JrSH48/s320/Sutrisno+Wasdakim+Imigrasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350804865374592082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Foto : Sutrisno Wasdakim Imigrasi kelas I Malang (eas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC, Malang&lt;br /&gt;– Sepuluh orang asing warga Afganistan setelah ditangkap di dusun kisik, desa Kalirejo Kec. Kraton Kab Pasuruan dipindahkan ke daerah Makasar oleh kantor imigrasi Kelas I Kota  Malang,”  alasanya sesuai dengan petunjuk ketentuan dari Dirjen Imigrasi, setelah  mereka ditangkap dan dilaporkan ke pusat,” tandas Sutrisno Kepala Wasdakim Imifgrasi Malang pada wartawan Koran Rakyat Cybermedia  Police Line Rabu (24/06) kemarin.&lt;br /&gt;  Dijelaskan bahwa sepuluh orang warga afganistan itu telah mengajukan appointment Slip (AS) , sedangkan sebelum tanggal 25 Juli mereka harus segera kembali ke imigrasi untuk menuntaskan perijinanya di Indonesia. Menurut Sutrisno mereka sebelumnya tidak salah, karena memiliki ijin (AS) bahwa diketahui mereka sebagai pengungsi dari afganistan ke Indonesia  yang dilindungi lembaga IOM International, namun mereka tidakm disiplin berpindah pindah tempat sehingga ditangkap oleh polisi Indonesia. “ Kalau mereka pengungsi kita tak bisa mengusir, sesuai dengan perjanjian dunia.&lt;br /&gt; Begitu juga dengan lima orang warga Irak diantaranya Hasan (35) dan keluargannya Morteza M.(13) Khalaf (2), Dina M . Mariam (4), Yasin ( 17),mereka telah memiliki dokumen dari  UNHCR sehingga mereka dialihgkan ke daerah Mataram. Mereka salah, karena jalan-jalan ke wilayah Pasuruan dan Malang Jawa Timur, yang sebetulnya tidak boleh, karena statusnya sebagai pengungsi, harus menetap didaerah yang telah ditentukan.     &lt;br /&gt;Diberitakan sebelumnya Petugas yang mendapat informasi, berhasil menemukan 15 orang  di dusun Kisik, desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Diantaranya Alireza (30), M. Ismail (35), M. Ali (30),M. Kazim(46),Hamid Sutani (21),habibullah (21),Hosseini (16), Aziz (16)&lt;br /&gt;‘’Saat kami diamankan warga asing itu berada di dalam mobil travel masing-masing nopol AB 9181 RB dan B 7001 IW. Mereka hendak menuju pantai, kami menduga mereka sudah ditunggu, untuk kemudian menyebrang dengan perahu kecil, kemudian dijemput perabu besar, dan menyebrang ke pulau NTT,’’’ terang Kanit Intel Polres Pasuruan Iptu Harsono kepada wartawan.&lt;br /&gt;Harsono mengakui, saat diamankan Minggu malam lalu, 15 warga asing itu menunjukkan Aplication Sheet UNHCR. Hanya saja, karena ini masalah warga asing, pihak Polres Pasuruan kemarin menyerahkannya ke pihak kantor Imigrasi.&lt;br /&gt;‘’Awalnya kami mengamankan 15, kemudian dua kabur, dengan pamit hendak buang air kecil. Dan saat ini yang kami serahkan 12 warga asing saja, sedangkan tiga warga asing lagi yang juga dibawa di kantor Imigrasi, informasinya diamankan dari stasiun Lawang,’’ kata Harsono.&lt;br /&gt;Sementara pihak Kantor Imigrasi sendiri tidak ingin menanggung risiko. Para WNA ini langsung dimasukkan ke Rudenim (sel) yang berada di kantor Imigrasi. Hal ini untuk mengantisipasi agar para WNA tidak kabur seperti sebelumnya.(nn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4052642587576587358?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4052642587576587358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4052642587576587358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4052642587576587358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4052642587576587358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/06/15-warga-afganistan-setelah-ditangkap.html' title='15 Warga Afganistan Setelah Ditangkap Polisi Dipindah ke Makasar dan Mataram'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sk2sDlj_DNI/AAAAAAAAB6M/23o4Dv8L0mg/s72-c/hadi.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-5999058718764266870</id><published>2009-06-19T21:00:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T21:03:35.472-07:00</updated><title type='text'>Cici Beberkan Kronologi KDRT Suaminya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SjxfhNVVQ3I/AAAAAAAABz4/tXYyB8zL-ik/s1600-h/cici.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SjxfhNVVQ3I/AAAAAAAABz4/tXYyB8zL-ik/s320/cici.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349255481528763250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC,JAKARTA - &lt;br /&gt;Setelah beberapa hari bungkam dan tak keluar rumah, penyanyi dangdut Cici Paramida akhirnya mengadakan jumpa pers di Hotel Century Park, Jakarta, kemarin (19/6). Pelantun lagu Wulan Merindu itu menceritakan kronologi tindak kriminal suaminya, Raden Akhmad Suhaebi Hamsawi, saat tepergok selingkuh Minggu malam lalu (14/6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenakan blus lengan panjang berwarna abu-abu, Cici yang didampingi tiga pengacaranya tiba sekitar pukul 17.40 WIB. Wajahnya masih terlihat lebam. Di pelipis dan rahang kanan tampak bekas-bekas memar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak penyanyi dangdut Siti Rahmawati atau Siti KDI itu memulai jumpa pers dengan memohon maaf kepada media. Begitu membuka mulut, suara Cici terdengar agak bergetar seperti menahan tangis. ''Mohon maaf, saya baru bisa muncul karena keadaan saya mulai stabil,'' katanya mengawali. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada polisi yang telah menangani kasusnya secara profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencucurkan air mata, perempuan yang menghilangkan tahi lalat di pipinya itu memberikan penjelasan. Menurut Cici, saat itu dirinya melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Ebi -panggilan akrab sang suami- menyetir di kawasan Puncak, Bogor, dari arah Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saat itu arah puncak agak padat merayap. Lalu, saya turun dari mobil, mengetuk kacanya (mobil sang suami) karena memang dia yang bawa sendiri. Di sampingnya, ada seorang wanita yang tidak saya kenal,'' kisahnya sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici menuturkan, saat itu Ebi menengok ke arah dirinya. Cici pun berteriak, ''Pa, buka. Pa, buka, buka!'' Tapi, kata Cici, teriakan itu tidak dihiraukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perempuan yang terlahir dengan nama Hamidah Idham tersebut bergerak ke depan. Dia berharap agar mobil yang dikemudikan sang suami berhenti. ''Tapi, nggak menyangka kalau mobil itu melaju cepat dan menabrak. Akhirnya, saya tersungkur ke aspal,'' ujarnya pilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici tersungkur setelah badannya terkena spion kanan mobil yang ditumpangi Ebi. ''Sejak menikah, ini kali pertama kekerasan yang saya alami dari suami,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, sepupu Cici yang bernama Syahrul membangunkan dia yang terkapar di jalan. Setelah masuk mobil Toyota Alphard, Cici meminta sopir mengejar Ebi. Tapi, dia kesulitan karena mobil suami Cici berjalan agak jauh. Lantas, Syahrul turun dan meminta bantuan pengendara motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu jauh, kata Cici, ada polisi yang sedang bertugas di jalan. Alu -panggilan Syahrul- meminta tolong agar ikut mengejar. ''Polisi itulah yang mengejar mobil suami saya dan menghentikan dia,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Cici curiga suami berselingkuh? ''Karena insting. Informasi saya banyak. Teman, sahabat. Saya juga banyak berdoa sama Allah, minta diberi petunjuk. Kecurigaan istri mungkin lebih kuat ya,'' jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bertemu sang suami di Mapolres Bogor, bahkan hingga saat ini, Cici menyatakan belum sekali pun Ebi meminta maaf. Namun, ketika ditanya mengapa menabrak, Ebi beralasan tidak melihat. ''Katanya, dia tak melihat (saya di depan mobil). Tetapi, saya yakin, nggak mungkin seorang suami tidak melihat istri sendiri. Apalagi, jaraknya sangat dekat,'' kata Cici.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari sebelum insiden tersebut, tambah Cici, Ebi pamit kepada dirinya akan bepergian ke Demak. Saat itu ada kiainya yang meninggal. ''Dia bilang sama saya pulang Minggu malam. Ternyata, dia tidak bermalam di sana, hanya pergi pulang. Sudah ada di Jakarta, tapi tidak bilang,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cici tidak membantah bahwa belakangan ini rumah tangganya bermasalah. Bahkan, mereka lama pisah ranjang. Tepatnya, itu terjadi 1,5 bulan setelah menikah. ''Setelah resepsi, saya merasakan keganjilan. Saya shock. Keluarga besar pun begitu. Itu terjadi setelah ada pemberitaan bahwa seorang wanita mengaku masih istrinya,'' ujar Cici. ''Om Adhyaksa (Menpora Adhyaksa Dault, saksi pernikahannya, Red) yang menerima lamaran merasa dibohongi,'' lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah akan mengajukan gugatan cerai? ''Saya mau fokus di ranah hukum yang ini dulu. Sebab, ini sudah diproses di kepolisian,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan lain, Ebi akhirnya ditahan Polres Bogor Kamis lalu (18/6). Dia dijerat dengan pelanggaran pasal 44 ayat 1 UU No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Pengusaha batu bara itu tidak diperlakukan secara istimewa. Dia mendekam di sel bersama tersangka kasus pemerkosaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kasatreskrim Polres Bogor AKP Moch. Santoso, penahanan Ebi telah sesuai dengan UU. ''Tersangka telah kami tahan. Sebab, pasal KDRT yang kami kenakan bukan delik aduan,'' katanya. Dia menyebutkan, bukti-bukti berupa hasil visum dan hasil pemeriksaan sudah bisa dijadikan bukti untuk menjadikan Ebi sebagai tersangka. Dia diancam hukuman penjara lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperkuat bukti, polisi juga melakukan cek fisik kendaraan Range Rover Nopol B 8308 YN milik Ebi. Mobil itu dijadikan barang bukti. Di kendaraan tersebut, polisi menemukan goresan di bagian kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah ditahan, Ebi dibesuk keluarga dan kerabat dekatnya. Puluhan keluarga dan kerabat Ebi terus berdatangan hingga pukul 16.00 kemarin. ''Kami hanya ingin melihat kondisi Ebi sekaligus memberikan dukungan dan semangat,'' ujar Alviv Malik, kerabat dekat Ebi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alviv prihatin penahanan dilakukan setelah ada laporan dari Cici. Ketika ditanya seputar rumah tangga Ebi dan Cici, Alviv tidak bisa menjelaskan secara rinci. Tapi, dia mengakui, hubungan mereka sedang bermasalah. ''Ebi jarang bertemu dengan Cici. Tapi, itu disebabkan Ebi sering keluar kota untuk urusan kerja,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari informasi yang diperoleh wartawan, keluarga Ebi mengupayakan damai dengan keluarga Cici. Mereka juga sedang mengupayakan penangguhan penahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Ebi juga dikabarkan melaporkan balik istrinya. Menurut sumber di Polres Bogor, laporan Ebi terkait percobaan pembunuhan, percobaan perampokan, dan tindakan tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKP Moch. Santoso membenarkan bahwa Ebi melaporkan balik Cici. Rencananya, polisi memanggil Cici untuk dimintai keterangan Senin depan (22/6). ''Memang hak tersangka jika ingin melaporkan balik istrinya. Terkait permintaan penangguhan penahanan, dipersilakan asal mereka sudah melaporkan dan ada jaminan,'' tuturnya. (cnn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-5999058718764266870?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/5999058718764266870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=5999058718764266870' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5999058718764266870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5999058718764266870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/06/cici-beberkan-kronologi-kdrt-suaminya.html' title='Cici Beberkan Kronologi KDRT Suaminya'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SjxfhNVVQ3I/AAAAAAAABz4/tXYyB8zL-ik/s72-c/cici.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-2671809193027214068</id><published>2009-06-17T17:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T17:37:38.341-07:00</updated><title type='text'>Suami Cici Paramida Jadi Tersangka</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SjmMNElsmOI/AAAAAAAABzw/bi7MZ6pagvI/s1600-h/156x117_ciciparamida2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SjmMNElsmOI/AAAAAAAABzw/bi7MZ6pagvI/s400/156x117_ciciparamida2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348460188677216482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC, Bogor&lt;br /&gt; Ahmad Suhaebi, suami penyanyi dangdut Cici Paramida ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga. Sayangnya, Suhaebi enggan menjelaskan duduk perkaranya ketika dicecar puluhan wartawan yang telah menunggunya sejak Senin (15/6) pagi.&lt;br /&gt;Meski telah menjadi tersangka, Suhaebi dilepas polisi dengan jaminan. Dia diancam hukuman maksimal lima tahun penjara terkait tindak kekerasan dalam rumah tangga. Kepada penyidik polisi, Suhaebi mengaku tak tahu orang yang mendatangi mobilnya adalah isterinya, Cici Paramida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap tiga bulan bahtera rumah tangga dilalui Cici Paramida bersama Suhaebi. Bukan kebahagiaan yang direguk melainkan kekerasan dari sang suami yang didapat. Kedua mempelai telah mengikrarkan pernikahan mereka di depan Kabah di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, 12 Maret silam.(Jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-2671809193027214068?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/2671809193027214068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=2671809193027214068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2671809193027214068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2671809193027214068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/06/suami-cici-paramida-jadi-tersangka.html' title='Suami Cici Paramida Jadi Tersangka'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SjmMNElsmOI/AAAAAAAABzw/bi7MZ6pagvI/s72-c/156x117_ciciparamida2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-5715181528071719011</id><published>2009-06-15T17:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T17:12:27.574-07:00</updated><title type='text'>Lila Anggap Dakwaan Jaksa Penuntut Terhadap Direktur Marketing Bank Century Kabur</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sjg0hj_fciI/AAAAAAAABzA/xI5lpYemyhA/s1600-h/pn1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sjg0hj_fciI/AAAAAAAABzA/xI5lpYemyhA/s400/pn1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348082308704334370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sjg0IlsyPAI/AAAAAAAABy4/L6alNeZbPRQ/s1600-h/pn4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sjg0IlsyPAI/AAAAAAAABy4/L6alNeZbPRQ/s320/pn4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348081879666015234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Foto : Lila Membacakan Eksepsi tambahan (eas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Marketing Wilayah V Bank Century Surabaya dan Bali tersebut menilai dakwaan penuntut tidak jelas dan kabur (obscuur libel). Dalam pembacaan eksepsi (keberatan atas dakwaan) di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin melalui kuasa hukumnya, Slamet Yuwono, Lila mengatakan bahwa dakwaan tidak menjelaskan secara lengkap kronologis perkara. Selain itu, dakwaan juga hanya mengedepankan keterangan saksi. “Untuk itu, kami minta pada majelis hakim untuk menolak dakwaan dan menyatakan bahwa dakwaan itu batal demi hukum,” ujar Slamet di depan majelis hakim yang diketuai Nyoman Gede Wirya. &lt;br /&gt;Pengacara yang ngetop berkat kasus salah tangkap di Jombang itu juga membantah bahwa terdakwa telah membujuk Kepala Cabang Bank Century di antaranya,Kepala Cabang Kertajaya Yulius,Kepala Cabang Rajawali Guntoro, dan Kepala Cabang Panglima Siti Aminah untuk memasarkan produk PT Antaboga Delta Sekuritas dalam bentuk reksadana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas dengan eksepsi yang disampaikan kuasa hukumnya, terdakwa yang dudukdikursipesakitan dengan mengenakan baju putih dipadu celana hitam lantas membacakan eksepsi tambahan yang ditulis sendiri. Dengan mata berkaca-kaca,wanita berkacamata itu mengaku tidak pernah melakukan pertemuan khusus yang membicarakan soal reksadana karena bukan kewenangannya. Dia menegaskan,tugas dan tanggung jawab selaku Direktur Marketing Wilayah V Surabaya dan Bali Bank Century hanya sebatas produk perbankan berupa tabungan, giro, deposito, dan kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak pernah menerima perintah dari direksi untuk menjual reksa dana,” ujarnya sambi memegang lembar pembelaan yang sudah dia siapkan. Lila juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintah pada kepala cabang Bank Century untuk menjual produk reksa dana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, Lila Kumala Dewi Gondokusumo dijerat oleh jaksa penuntut umum dengan Pasal 378,Pasal 372 KUHP, dan Pasal 3, Pasal 6 UU No 15/2002 yang diubah dengan UU No 25/2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan pasal tersebut, terdakwa terancam hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp15 miliar. (jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-5715181528071719011?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/5715181528071719011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=5715181528071719011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5715181528071719011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5715181528071719011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/06/lila-anggap-dakwaan-penuntut-direktur.html' title='Lila Anggap Dakwaan Jaksa Penuntut Terhadap Direktur Marketing Bank Century Kabur'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Sjg0hj_fciI/AAAAAAAABzA/xI5lpYemyhA/s72-c/pn1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-2410266055168606938</id><published>2009-06-10T02:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T02:53:26.109-07:00</updated><title type='text'>Sengketa tanah Jl. Soekarnom Hatta Perjuangkan Warisan Keluarga Malah Ditahan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Si-AqPHsQSI/AAAAAAAABxw/Se8VLQuqivo/s1600-h/200x400_10.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Si-AqPHsQSI/AAAAAAAABxw/Se8VLQuqivo/s320/200x400_10.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345632745813721378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC,Malang&lt;br /&gt;Hasrat hati ingin memperjuangkan tanah warisan milik nenek moyangnya. Namun tidak tahunya berujung masuk penjara. Itulah yang dialami keluarga besar (alm) Sidik P. Nawi yang mengaku pemilik tanah seluas 1,09 hektare di Jl Soekarno-Hatta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin sore, ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Malang tampak penuh. Ruang sidang berukuran 7 x 4 meter itu penuh sesak pengunjung. Empat saf bangku kayu terisi penuh. Selain itu, ada yang berdiri mengisi ruang sempit di sela-sela deretan bangku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu. Di depan pintu ruang sidang, terdapat banyak orang berjejal. Saking penuhnya, dari luar, suasana sidang tidak terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mata pengunjung tertuju kepada lima terdakwa berpakaian hitam dan putih. Kelimanya sudah cukup umur. Terendah 30 tahun dan tertinggi 47 tahun. Satu di antaranya perempuan berjilbab berusia 40 tahun. Sidang dengan agenda pembacaan eksepsi oleh Gunadi Handoko itu disimak baik-baik oleh para pengunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas suasana sidang kedua kasus yang menyeret terdakwa cucu Sidik P. Nawi. Duduk di kursi pesakitan itu, Umi Kalsum (40), Poniran (46), Ponidi (47), Buari (40), dan Wasis (30). Dari raut wajahnya, mereka tampak lesu dan tidak bersemangat. Selama sidang, mereka banyak menundukkan kepala. Sesekali mereka menoleh ke belakang, ke bangku pengunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi, misalnya, kerap memperhatikan seorang pria berusia 45 tahun berbaju batik yang duduk di deretan bangku pertama. Belakangan diketahui pria itu suaminya, Mulyono. Mulyono adalah penderita sakit mata akut. Fungsi penglihatannya banyak berkurang sejak lima tahun terakhir. Demikian juga Ponidi, yang duduk di deretan kedua setelah Umi. Dia selalu mengawasi anak-anaknya yang berdiri di dekat pintu ruang sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 30 menit kemudian, sidang yang dipimpin hakim Anne Rusiana (ketua) dengan anggota Hongkun Otoh dan Eni Sri Rahayu itu berakhir. Pengunjung pun berebut menemui para terdakwa. Ada yang memeluk, mencium, dan ada yang berjabat tangan. Isak tangis dan imbauan agar tetap tegar pun silih berganti dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyono yang berjalan dengan dibantu dua saudaranya berjalan tertatih-tatih mengantarkan istrinya masuk ke sel tahanan PN yang ada di belakang ruang sidang. "Ati-ati yo Bu, nang njero penjara (hati-hati ya Bu, di dalam penjara),'' pesan bapak dua anak ini sambil memegang erat pundak istrinya. Suasana mengharukan itu membuat banyak pengunjung PN tersita perhatiannya. Ada yang tertegun menatapnya dan ada yang menyalami Mulyono agar tetap semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wartawan  yang menghampiri kerumunan para terdakwa lekas dihampiri pria yang mengaku bernama Soewono, 59. Pria berambut putih ini adalah kerabat para terdakwa. Soewono mengaku sudah kehabisan akal bagaimana caranya untuk membuat para hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap para terdakwa. "Apa salah keluarga besar kami? Kenapa harus dipenjara? Anak, suami, serta istri kami menderita karena penahanan ini,'' ucap Soewono menghiba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat penahanan ini, roda kehidupan keluarga besarnya tidak karuan. Anak-anak enggan sekolah karena orang tua mereka ditahan. "Bukannya malu, namun karena tidak ada lagi biaya yang bisa digunakan untuk sekolah. Makan sehari-hari saja masih sulit, apalagi untuk sekolah,'' katanya. Para terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan rata-rata pekerja serabutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya keluarga Umi Kalsum. Semenjak suaminya sakit mata parah dan nyaris tidak bisa melihat selama bertahun-tahun, kedua anaknya tidak lagi ada yang mengurus. Demikian juga keluarga Buari yang kesehariannya bekerja menjadi kuli bangunan. Anaknya sebanyak lima orang dan masih kecil-kecil tidak ada yang mengurus. Sebab, istrinya harus menjadi pembatu rumah tangga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi keluarga para terdakwa amburadul, saudara-saudaranya yang lain prihatin. Secara bergantian mereka urunan untuk memberikan bahan pokok guna bertahan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal para terdakwa diseret ke ranah hukum ketika mereka dilaporkan Hery Tjandra, warga Malang, kepada Polda Jatim pada pertengahan 2008 lalu. Mereka dituduh melanggar Pasal 266 jo 378 KUHP tentang perbuatan memberikan keterangan palsu pada akta autentik dan penipuan. Akta autentik yang dipersoalkan adalah akta pernyataan nomor 3/2006 yang dibuat notaris Darma Sandjata Sudagung pada Januari 2006 lalu. Akta itu memuat beberapa poin kesepakatan yang ditandatangani para terdakwa. Di antaranya para terdakwa akan menerima uang Rp 150 juta dari Hery Tjandra sebagai kompensasi tanah miliknya. Kelak di kemudian hari, mereka tidak akan menuntut secara perdata maupun pidana terhadap Hery Tjandra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataannya, para terdakwa menggugat secara perdata di PN Malang atas kepemilikan tanah tersebut. Karena mengingkari akta pernyataan itu, para terdakwa dipolisikan. Untuk tingkat penyidikan di kepolisian, para tersangka tidak ditahan. Namun, ketika pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) kepada Kejaskaan Tinggi (Kejati) Jatim pada 18 Mei 2009 lalu, para terdakwa ditahan. Umi ditahan di LP Kelas II A Wanita Malang. Sedangkan empat suadara laki-lakinya ditahan di LP Kelas I Lowokwaru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal isi surat pernyataan yang mengatakan bahwa mereka memperoleh uang Rp 150 juta dibantah Soewono. "Ahli waris sebanyak 21 orang menerima masing-masing hanya Rp 4 juta. Total hanya Rp 84 juta,'' katanya. Itu pun diterima dari seorang suruhan pengacara yang saat itu menangani kasusnya. "Kami merasa diakali pengacara itu,'' ujar Soewono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga soal tanda tangan. Kelima terdakwa juga tidak pernah bicara dengan para ahli waris. Menurut dia, penandatangan di akta pernyataan itu hanya terkesan dipaksakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk menggugah nurani hakim, kemarin kurang lebih 50 orang yang terdiri atas para keluarga ahli waris menggelar aksi demo. Aksi pertama dilakukan sekitar pukul 09.00 di tanah yang menurut mereka masih dalam sengketa. Di tanah yang sudah berdiri ruko itu, mereka berorasi dan membentangkan poster. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mereka melanjutkan aksi di PN Malang. Mereka ditemui Humas PN Malang Johanis Hehamoni. Johanis berjanji akan menyampaikan keluhan mereka kepada hakim yang menangani perkaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam kasus yang sama, tiga hakim dari Komisi Yudisial (KY) turun ke PN Malang memeriksa dua hakim yang menyidangkan kasus gugatan perdata. Hakim yang diperiksa adalah Bonny Sangah dan Johanis Hehamoni. (jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-2410266055168606938?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/2410266055168606938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=2410266055168606938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2410266055168606938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2410266055168606938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/06/sengketa-tanah-jl-soekarnom-hatta.html' title='Sengketa tanah Jl. Soekarnom Hatta Perjuangkan Warisan Keluarga Malah Ditahan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Si-AqPHsQSI/AAAAAAAABxw/Se8VLQuqivo/s72-c/200x400_10.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4286802985955091661</id><published>2009-06-09T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T01:18:17.483-07:00</updated><title type='text'>15 warga Negara Asing Ditangkap</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Si757c2tq4I/AAAAAAAABwI/dG4SrWqPOaA/s1600-h/0906-imigran.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Si757c2tq4I/AAAAAAAABwI/dG4SrWqPOaA/s200/0906-imigran.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345484607488633730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC, Malang&lt;br /&gt; – Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang, kembali mengamankan 15 Warga Negara Asing (WNA). 15 warga asing itu ditangkap di dusun Kisik, desa Kalirejo Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. &lt;br /&gt;15 warga Negara asing ini, masing-masing lima dari negara Irak, dan sisanya dari Afghanistan. Yang menarik, lima warga Irak tersebut, tiga diantarannya masih balita. Yakni Mariam Muhammad Khalaf, Morteza Mohammad Khalaf, Dina Muhammad Khalaf. Ketiganya diamankan bersama ke dua orang tuanya yaitu Muhammad Khalaf Habib dan Zaman Aziz Habib.&lt;br /&gt;Zaman sendiri sempat memprotes tindakan aparat kepolisian, ataupun Imigrasi, lantaran dia menyatakan jika kedatangannya ke  Indonesia,  sebagai pengungsi dengan memegang dokumen United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Bahkan perempuan cantik ini sempat mendorong dan memarahi wartawan yang sedang mengambil gambar dia dan keluarganya. ‘’Saya tidak mau diintrograsi jika disana ada wartawan,’’’ kata Zaman dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. &lt;br /&gt;Dari logat tersebut diduga keluarga dari Irak ini cukup lama berada di Indonesia. Kepada petugas, Zaman langsung mengeluarkan dokumen UNHCR, miliknya dan keluarganya.&lt;br /&gt;Sementara 10 warga Afghanistan yang diamankan, tujuh WNA diamankan dari Pasuruan, dan tiga diantarannya diamankan dari Stasiun Lawang. 10 warga Afghanistan ini merupakan pengungsi. Bukti itu dikuatkan dengan dokumen Aplication Sheet UNHCR, yang satu persatu ditunjukkan kepada petugas. ‘’Mereka belum memegang dokumen resmi sebagai pengungsi dari UNHCR, 10 warga Afghanistan itu hanya memiliki application sheet saja, artinya nama mereka hanya terdata, tapi belum terdaftar sebagai pengunsi,’’ ungkap Kepala Imigrasi Kelas I Kota Malang Subroto kemarin.&lt;br /&gt;15 warga asing ini awalnya kali pertama diamankan anggota  Polres Pasuruan. Petugas yang mendapat informasi, berhasil menemukan mereka di dusun Kisik, desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.&lt;br /&gt;‘’Saat kami amankan 15 warga asing itu berada di dalam mobil travel masing-masing nopol AB 9181 RB dan B 7001 IW. Mereka hendak menuju pantai, kami menduga mereka sudah ditunggu, untuk kemudian menyebrang dengan perahu kecil, kemudian dijemput perabu besar, dan menyebrang ke pulau NTT,’’’ terang Kanit Intel Polres Pasuruan Iptu Harsono kepada wartawan.&lt;br /&gt;Harsono mengakui, saat diamankan Minggu malam lalu, 15 warga asing itu menunjukkan Aplication Sheet UNHCR. Hanya saja, karena ini masalah warga asing, pihak Polres Pasuruan kemarin menyerahkannya ke pihak kantor Imigrasi.&lt;br /&gt;‘’Awalnya kami mengamankan 15, kemudian dua kabur, dengan pamit hendak buang air kecil. Dan saat ini yang kami serahkan 12 warga asing saja, sedangkan tiga warga asing lagi yang juga dibawa di kantor Imigrasi, informasinya diamankan dari stasiun Lawang,’’ kata Harsono.&lt;br /&gt;Sementara pihak Kantor Imigrasi sendiri tidak ingin menanggung risiko. Para WNA ini langsung dimasukkan ke Rudenim (sel) yang berada di kantor Imigrasi. Hal ini untuk mengantisipasi agar para WNA tidak kabur seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;‘’Daripada di letakkan aula nanti kabur lagi, lebih baik diletakkan di Rudenim, dengan dijaga lima petugas dari Kantor Imigrasi, dan satu dari anggota kepolisian,’’ tandas Subroto. (jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4286802985955091661?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4286802985955091661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4286802985955091661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4286802985955091661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4286802985955091661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/06/15-warga-negara-asing-ditangkap.html' title='15 warga Negara Asing Ditangkap'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/Si757c2tq4I/AAAAAAAABwI/dG4SrWqPOaA/s72-c/0906-imigran.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-8922393381018080792</id><published>2009-04-27T22:33:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T22:47:19.085-07:00</updated><title type='text'>Guskam Mantan Ketua Panggar Diperiksa Kejaksaan</title><content type='html'>KRC, BLIMBING &lt;br /&gt;Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang kembali memeriksa tersangka perkara dugaan korupsi anggaran DPRD Kota Malang 2004 sebesar Rp 4,008 miliar. Kali ini giliran mantan ketua panitia anggaran (Panggar) 2004, Agus Sukamto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus datang di gedung Kejari Kota Malang di Jl Simpang Panji Suroso, Senin (27/4) pukul 10.30 WIB, didampingi penasihat hukumnya, Sudarmadi SH dan rekan. Mengenakan pakaian safari, Agus Sukamto yang juga politisi Partai Golkar ini mulai diperiksa penyidik Ramli Manan SH dan Wahyu SH pukul 11.00 WIB dan tuntas pukul 16.15 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sudarmadi SH, pemeriksaan terhadap Agus masih seputar identitas, tata tertib DPRD, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta peran panggar. ”Pemeriksaan berjalan lancar. Kalaupun pemeriksaan ini berjalan lama, itu karena penyidik meminta jawaban kliennya secara tertulis,” tutur Sudarmadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Sukamto pribadi mengaku merasa kelelahan karena dia harus menulis untuk menjawab pertanyaan penyidik. ”Saya kan sudah lama tidak menulis, sehingga butuh waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, penyidikannya seperti ujian S-2,” papar Agus yang kelihatan tegar menjalani pemeriksaan ini.&lt;br /&gt;Penyidik Kejari Kota Malang, Ramli Manan SH dan Wahyu SH, membenarkan bila pemeriksaan Agus Sukamto masih seputar tatib dewan dan peran panggar. Terkait pemeriksaan tersangka dengan jawaban tertulis, menurut Wahyu, itu teknik penyidik untuk mengantisipasi jika jawaban tersangka dalam sidang nanti berbeda dengan yang ditulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya soal kemungkinan tersangka kasus ini bertambah, Wahyu menyatakan belum ada. ”Sementara dua orang ini saja (Agus Sukmto dan Zaenuri-Red),” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajari Kota Malang, Witono SH mengungkapkan, dari dua perkara korupsi yang ditangani baru dugaan korupsi di RSSA yang telah rampung. Sedang dugaan korupsi anggaran dewan 2004 masih dalam proses. ”Perkara di RSSA segera naik ke pengadilan,” tegasnya.(dd)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-8922393381018080792?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/8922393381018080792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=8922393381018080792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8922393381018080792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8922393381018080792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2009/04/guskam-dipidanakan.html' title='Guskam Mantan Ketua Panggar Diperiksa Kejaksaan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-7206904827552468615</id><published>2008-12-08T17:56:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T17:59:10.232-08:00</updated><title type='text'>Empat 4 Mahasiswa PTS Tertangkap Bawah  Ganja</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/ST3Q3zZugOI/AAAAAAAABUE/gk8j3fXDR9o/s1600-h/ganja-nedi-putra-aw1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 324px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/ST3Q3zZugOI/AAAAAAAABUE/gk8j3fXDR9o/s400/ganja-nedi-putra-aw1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277603995457585378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC, Malang &lt;br /&gt;- Rumah kos ternyata tak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Di kawasan Sumbersari, Kota Malang, seorang mahasiswa ditangkap gara-gara menanam ganja di kamar kosnya. Perbuatan berani itu dilakoni David Cornelius Tobing, 28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganja yang ia tanam di kamar kos sebenarnya masih terbilang muda. Lantaran tak tahan segera menjualnya, ganja yang baru berumur beberapa bulan itu langsung dipanen. “Saya tak pernah menjualnya kepada siapa pun, itu hanya untuk koleksi. dan konsumsi pribadi saya. Tapi karena tak sabar, biasanya saat ganja masih remaja sudah saya panen,” tutur pemuda yang juga putra Ovan Tobing, tokoh Arema itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David boleh saja berdalih. Namun empat mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta yang kemarin ditangkap polisi, yakni Joel alias Edi, 20, Robert, 20, warga Flores. Euqine Qoenio, 25, warga Timor Leste dan Boni Fasius Sembiring alias Ucok, 20 warga Kalimatan mengaku mendapat pasokan ganja kering dari David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat mahasiswa ini ditangkap setelah polisi mendapat laporan warga. Mereka curiga rumah kos tempat Edi dan Robert tinggal, sering dijadikan tempat pesta ganja. Mendapat laporan itu, Selasa (2/12) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB polisi langsung menggerebek kamar kos kedua tersangka. “Kami belum sempat menggunakannya. Tiba-tiba polisi datang dan langsung menangkap kami,” beber Edi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar keduanya, polisi menemukan tiga linting ganja siap pakai. Tak puas hanya menangkap Edi dan Robert, anggota Polsekta Lowokwaru mengintrogasi di mana mereka mendapatkan barang haram itu. Dari ‘nyanyian, keduanya, polisi mendapatkan nama Euqiunio, mahasiswa salah satu PTS yang sering memasok barang untuk Edi dan Robert. Saat penggeledahan ke kost Euqine, di Jl Raya Dieng Malang, Rabu (3/12) dinihari, ternyata polisi juga menangkap Ucok yang juga menggunakan ganja di kamar Euqine. “Saya baru kali ini memakainya, itu pun karena rayuan teman-teman. Saya hanya coba-coba,” ujar Ucok yang mengaku anak salah seorang jaksa di Kalimatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikonfirmasi terpisah ihwal keterlibatan putranya dalam sindikat ganja, Ovan Tobing mengaku sangat terkejut. Ovan mengaku tak pernah melihat tanda apapun kalau anaknya pemakai ganja.  “Selama ini saya yakin anak saya dapat memilih teman yang baik. Tapi saya harus berkata apalagi kalau kenyataannya sudah begini. Kalau masalah suporter Arema tawuran saya bisa melobi polisi, tapi urusan seperti ini saya tak tahu mau berbuat apa,” keluh Ovan Tobing kepada Surya. st11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRONOLOGI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa (2/12) pukul 2.30 WIB, atas laporan warga polisi menggerebek kos Edi dan Robert di Tlogomas, yang saat itu hendak pesta ganja. Polsekta Lowokwaru menemukan 3 linting ganja siap pakai. Dari interogasi keduanya mengaku kalau ganja didapat dari Euqine, warga Timor Leste yang sedang kuliah di salah satu PTS di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu (3/12) dinihari, polisi menggeledah kost Euqine dan menemukan satu poket besar ganja dan uang Rp 30.000. Ucok teman Euqine yang bertamu ke kostannya juga diamankan karena juga pengguna narkoba.&lt;br /&gt;Malam itu juga polisi menggeledah kost David yang dituding Edi dkk sebagai pemasok daun ganja. Di kamar kos David ditemukan tanaman ganja yang ditanam sendiri oleh David.(jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-7206904827552468615?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/7206904827552468615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=7206904827552468615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/7206904827552468615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/7206904827552468615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/12/empat-4-mahasiswa-pts-tertangkap-bawah.html' title='Empat 4 Mahasiswa PTS Tertangkap Bawah  Ganja'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/ST3Q3zZugOI/AAAAAAAABUE/gk8j3fXDR9o/s72-c/ganja-nedi-putra-aw1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4737181325288451460</id><published>2008-11-11T06:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T06:30:37.038-08:00</updated><title type='text'>Citra Kesehatan Tercoreng dokter Ditangkap Polisi Usai Aborsi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRmW9cvnHQI/AAAAAAAABPQ/fiYB9uFvzjk/s1600-h/detiksurabaya_beritaanda_605x75.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 50px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRmW9cvnHQI/AAAAAAAABPQ/fiYB9uFvzjk/s400/detiksurabaya_beritaanda_605x75.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267407221618580738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRmWD9zLzZI/AAAAAAAABPI/3Y2I6_DeObs/s1600-h/aborsi-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRmWD9zLzZI/AAAAAAAABPI/3Y2I6_DeObs/s400/aborsi-dalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267406234059525522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC, Surabaya - &lt;br /&gt;Jelang hari Kesehatan Nasional ke 44, citra jajaran kesehatan tercoreng &lt;br /&gt;Kasus aborsi kembali dibongkar polisi. Seorang dokter ditangkap usai mengaborsi pasiennya yang masih berumur 15 tahun di klinik pribadi sekaligus rumahnya, Klinik Medika di Jalan Pogot 44, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yohanes Anthony Christian (49), nama dokter itu langsung dijebloskan ke tahanan setelah polisi menangkap basah dia seusai? mengaborsi sebut saja Bunga (15) seorang pelajar warga jalan Kenjeran, Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Tony -demikian biasa dipanggil- ditangkap, Bunga masih dalam keadaan tidak sadar akibat pengaruh bius di atas kursi genekologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari tempat praktek itu kami temukan hasil aborsi dokter itu," ujar Kanit Idik III Polwiltabes Surabaya, AKP Leonard Sinambela, kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Sikatan, Selasa (11/11/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti itu, kata Leonard, antara lain 1 bungkus berisi kaki janin dan daging hasil aborsi, kassa dan kotoran janin berlumuran darah, alat tes kehamilan, satu set alat operasi aborsi, obat-obatan, buku daftar pasien, surat persetujuan tindakan aborsi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ternyata Tony bukanlah seorang dokter kandungan melainkan hanya seorang dokter umum. Aborsi yang dilakukannya ternyata dilakukannya secara otodidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu polisi juga menemukan pelanggaran lain yakni Tony sama sekali tidak mempunyai izin praktek atas klinik yang telah dibukanya selama kurang lebih 4 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tony sendiri, kata Leonard, mengaku telah berpraktek sebagai dokter aborsi selama kurang lebih 2 tahun. Dan selama tahun 2008, Toni mengaku sudah mengaborsi kurang lebih 10 orang. Pasiennya sebagian besar adalah remaja yang tidak menginginkan kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kejahatannya tersebut, Tony terancam terjerat pasal 348 KIHP jp 349 KUHP dan pasal 75 ayat (1) dan pasal 76 UU. RI. No. 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran.(kk)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4737181325288451460?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4737181325288451460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4737181325288451460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4737181325288451460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4737181325288451460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/11/citra-kesehatan-tercoreng-dokter.html' title='Citra Kesehatan Tercoreng dokter Ditangkap Polisi Usai Aborsi'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRmW9cvnHQI/AAAAAAAABPQ/fiYB9uFvzjk/s72-c/detiksurabaya_beritaanda_605x75.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-8869844506124823068</id><published>2008-11-07T16:24:00.001-08:00</published><updated>2008-11-07T16:28:24.996-08:00</updated><title type='text'>Nyaris Tewas Tahanan Bunuh Diri Minum Detergent</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRTdE-IcSMI/AAAAAAAABLA/9tUPXutt8Kg/s1600-h/wp1-indonet875x100.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 46px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRTdE-IcSMI/AAAAAAAABLA/9tUPXutt8Kg/s400/wp1-indonet875x100.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266076941770574018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC,MALANG - &lt;br /&gt;Tidak kuat menjalani hidup di sel, Seger Siswanto, 24, penghuni ruang tahanan Mapolresta Malang, kemarin pagi berbuat nekat. Warga Jl Ikan Tombro II itu mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengonsumsi deterjen bubuk milik temannya yang disimpan di kamar mandi. Akibatnya, tersangka kasus pencurian ayam bangkok tersebut dilarikan ke IRD RSSA untuk menjalani perawatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi nekat Seger berawal ketika tersangka limpahan Polwil Malang ini mandi bersama teman-temannya. Saat teman lainnya asyik menikmati mandi pagi, Seger justru sebaliknya. Dia malah duduk di pojok dengan wajah menuduk ke lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekannya mulai menaruh curiga saat melihat tersangka yang ditahan sejak 27 Oktober lalu ini kejang sambil memegang lehernya. Seketika rekan Seger berteriak minta tolong kepada polisi yang bertugas jaga di pintu utama ruang tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dievakuasi dari kamar mandi, tubuh Seger sudah kaku. Matanya melotot dan mulutnya berbusa. Polisi sempat memberikan bantuan pertolongan pertama dengan memberi minum air putih sebanyak-banyaknya untuk mengelurkan deterjen yang sudah telanjur masuk lambung. Tak juga berhasil, sekitar 15 menit kemudian, polisi bergegas melarikan Seger ke RSSA yang lokasinya persis berada di depan mapolresta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di RS, Seger langsung mendapat perawatan darurat. Meski dalam kondisi kritis, polisi tetap memperlakukan Seger sebagai tahanan dan memborgol tangan kanannya dan mengaitkan ke tempat tidur. "Kami khawatir kabur jika siuman. Oleh sebab itu, sebelum kabur tangannya, kami borgol terlebih dahulu," kata salah satu petugas yang ditugaskan khusus menjaga Seger di RS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga, Seger nekat mengonsumsi deterjen akibat menanggung rasa bersalah terhadap ketiga rekannya yang terlibat dalam pencurian ayam pada 30 September lalu di rumah Herman Wiyono, 40, warga Jl Ikan Tombro. Ketiga temannya yang telah meringkuk di tahanan itu adalah Joko Suwarno, 36; Budiman, 26; dan Junaidi Mulyono, 46. Polisi berhasil mengungkap kasus ini setelah Seger berkeluh kesah soal pembagian hasil curian yang tidak sama. Seger yang memiliki peranan dominan dalam aksi itu malah memperoleh hasil sedikit. Namun, rekan-rekannya malah memperoleh hasil lebih besar. (yy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-8869844506124823068?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/8869844506124823068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=8869844506124823068' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8869844506124823068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8869844506124823068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/11/nyaris-tewas-tahanan-bunuh-diri-minum.html' title='Nyaris Tewas Tahanan Bunuh Diri Minum Detergent'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRTdE-IcSMI/AAAAAAAABLA/9tUPXutt8Kg/s72-c/wp1-indonet875x100.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-1782645079695328250</id><published>2008-11-03T01:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T01:37:45.039-08:00</updated><title type='text'>Terancam Mundur Eksekusi Bomber Bali</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SQ7Ft4v_eyI/AAAAAAAABJg/fPa0KxHJeoc/s1600-h/roji2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264362406561151778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SQ7Ft4v_eyI/AAAAAAAABJg/fPa0KxHJeoc/s400/roji2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ket Foto : Keluarga Amrozi saat akan berangkat ke Nusakambangan(ard)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC, CILACAP -&lt;br /&gt;Keajaiban, tampaknya, masih berpihak kepada trio terpidana mati bom Bali, Amrozi, Ali Ghufron alias Mukhlas, dan Imam Samudra. Rencana dan segala persiapan eksekusi yang telah di depan mata, termasuk menempatkan ketiganya ke sel isolasi sejak Jumat lalu (31/10), tak membuat eksekusi segera dilakukan.Eksekusi yang rencananya digelar secepat-cepatnya nanti malam setelah kunjungan keluarga atau Selasa (4/11) dini hari kembali mengambang. ''Begitulah keadaannya. Pusat yang bisa jelaskan,'' kata sumber koran ini di Cilacap kemarin (2/11). Sumber itu bahkan tak berani memastikan bahwa eksekusi dilakukan sebelum 15 September seperti janji Jaksa Agung Hendarman Supandji. Mengapa berubah? ''Jangan tanya kapan? Kini kami pun belum tahu,'' kilahnya. Dia mengaku tak mengetahui alasan mengapa lampu hijau eksekusi tak juga turun. Padahal, proses hukum untuk Amrozi cs diklaim telah final dan mengikat. Sejumlah indikator mundurnya eksekusi kentara saat sejumlah skenario yang disusun jauh-jauh hari tak terlaksana seharian kemarin. Misalnya, dua helikopter milik Direktorat Polisi Udara Babinkam Mabes Polri yang sedianya diterbangkan ke Nusakambangan tak jadi mendarat. Para penderes atau penyadap kelapa untuk gula merah di kawasan Nirbaya, dekat lokasi eksekusi Amrozi, juga tak jadi dievakuasi. Rencana kedatangan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, Deops Polri Irjen Pol Rubiani Pranoto, dan Kakor Brimob Irjen Pol S.Y. Wenas ke Cilacap juga batal. Suasana di seputar Lapas Batu, Nusakambangan, tempat ketiga terpidana mati itu mendekam, yang sempat tegang, kini berubah landai. ''Semua petugas masih standby di pos masing-masing. Tapi, tetap tak ada kegiatan berarti,'' imbuh sumber yang lain.Jaksa eksekutor Amrozi yang juga Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Suwila bahkan mengaku tidak mengetahui perkembangan proses tersebut. ''Entahlah, kebijakan pimpinan. Jaksa Bali tidak dilibatkan. Semua sudah diambil alih Kejaksaan Agung. Saya tidak tahu (apakah eksekusi tetap awal September),'' katanya saat dihubungi kemarin. Padahal, Suwila adalah salah seorang di antara jaksa eksekutor Amrozi cs yang ditunjuk Kajati Bali Dewa Putut Atlit Adnyana. Kendati Amrozi cs mengaku tak takut mati di hadapan regu tembak, di bawah koordinasi Tim Pengacara Muslim (TPM), Amrozi cs memang masih melakukan upaya hukum. Dalil yang diketengahkan TPM masih seputar ketidakadilan penolakan PK oleh Mahkamah Agung yang diajukan Amrozi dkk. Menurut mereka, PK yang ditolak sejak akhir 2007 itu cacat hukum karena tak pernah menghadirkan pemohon -dalam hal ini Amrozi cs- dalam sidang PK I di PN Denpasar pada Januari 2007. Salinan penolakan PK juga belum mereka terima.Padahal, menurut TPM, novum yang mereka ajukan dalam PK I sangat signifikan. Yakni, putusan Mahkamah Konstitusi pada Juli 2004 yang menyatakan bahwa UU 15 Tahun 2003 tentang Terorisme yang digunakan menjerat Amrozi cs tidak berlaku surut sehingga Amrozi dkk harus diadili ulang dengan KUHP. Tak menyerah, TPM mengajukan PK II yang sidangnya digelar di PN Denpasar Februari 2008. Namun, sidang itu ditutup majelis hakim PN Denpasar dengan alasan TPM mencabut PK.TPM tak mau disebut mencabut PK. Mereka mencabut karena terpaksa. Sebab, majelis hakim bersikukuh tidak menghadirkan Amrozi dkk dengan alasan telah diwakilli TPM. Makanya, dalam pengajuan PK III pada 30 April 2008, TPM menggunakan strategi supaya Amrozi cs yang langsung mengajukan PK tanpa diwakili TPM. Karena mereka ditahan dan tidak bisa menyerahkan PK kepada PN Denpasar, Amrozi cs menitipkan memori PK-nya kepada Kalapas Batu Sedijanto. Harapannya akan ada sidang PK III dengan menghadirkan Amrozi cs sesuai pasal 265 KUHAP dan surat edaran MA 1984. Belum sampai harapan itu terpenuhi, muncul surat kepaniteraan MA nomor 257/PAN/VII 2008 tertanggal 7 Juli 2008. Isinya, PK hanya bisa diajukan sekali. Berpegang pada surat itu, jaksa pun bersiap mengeksekusi Amrozi dkk. Apalagi, mereka menyatakan tidak akan mengajukan grasi. Soal grasi, TPM punya ''amunisi'' baru. Yakni, Surat Edaran MA Nomor 1 Tanggal 26 Februari 1986 bernomor MA/Pemb/2057/II/86 yang ditandatangani Ketua MA Ali Said mengutip pasal 2 ayat 2 UU Nomor 3 Tahun 1950. Di situ diatur; apabila terpidana mati tidak mengajukan grasi, hakim yang memeriksa dan mengadili perkaranya atau ketua PN -dalam hal ini PN Denpasar- karena jabatannya harus mengajukan grasi. Proses tersebut belum dilewati.Hal-hal itulah yang harus diselesaikan sebelum Amrozi dkk didor. ''Apa salahnya eksekusi mundur 3-6 bulan untuk memperjelas PK mereka,'' ujar pakar hukum pidana UI Tengku Nasrullah. Jika dipaksakan, dia khawatir akan menyemai masalah di belakang hari. Padahal, terpidananya sudah dieksekusi mati. Namun, dia berpendapat bahwa PK hanya bisa diajukan sekali meskipun yang memohon PK adalah pihak lain, seperti keluarga terpidana. Hari ini keluarga trio bom Bali memang akan mendaftarkan PK sebagaimana diatur dalam pasal 263 ayat 1 KUHAP ke PN Denpasar. Selain ke Bali, sebagian keluarga bakal menuju ke Nusakambangan didampingi TPM. ''Kami ke sana bukan untuk mendampingi klien kami ditembak. Tapi, kami ingin melihat kondisi mereka dan memperjelas rencana eksekusi yang katanya akan dilakukan itu,'' kata anggota TPM Fachmi Bachmid.Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Jasman Pandjaitan mengungkapkan, sejauh ini tidak ada instruksi penundaan eksekusi. "Siapa yang mau menunda dari awal November ini? Yang pasti, sebagai acuan adalah eksekusi dilaksanakan sebelum 15 November," ungkapnya. Jasman tidak mengungkapkan apakah pemberitahuan eksekusi kepada para terpidana itu sudah diberikan atau belum. Sebab, apabila pemberitahuan sudah di tangan, maka pelaksanaan kian dekat. Menurut aturannya, bahwa pemberitahuan diberikan 3 X 24 jam sebelum dilaksanakan. "Itu semua menjadi urusan aparat di lapangan. Nanti setelah pelaksanaan, kapan pemberitahuan eksekusi itu akan diungkapkan kepada publik. Yang pasti tidak ada penundaan," jelasnya. (jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-1782645079695328250?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/1782645079695328250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=1782645079695328250' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1782645079695328250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1782645079695328250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/11/terancam-mundur-eksekusi-bomber-bali.html' title='Terancam Mundur Eksekusi Bomber Bali'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SQ7Ft4v_eyI/AAAAAAAABJg/fPa0KxHJeoc/s72-c/roji2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4371336022757813594</id><published>2008-10-29T07:21:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T02:56:11.370-08:00</updated><title type='text'>RSSA Pilih Bungkam Berkaitan Kasus Dugaan Korupsi dr. Syafarudin Refa</title><content type='html'>KRC, MALANG -.&lt;br /&gt;Rumah Sakit Saiful Anwar hingga kini masih tetap bungkam, berkaitan dengan perlawanan dr. Safarudin Refa Tersangka dugaan korupsi One Day Care (ODC) mata. dokter spesialis mata ini melaporkan institusi RSSA ke Mapolwil Malang terkait dugaan penggelapan uang askeskin senilai Rp 42 juta. yang dilakukan melalui Masbuhin, penasihat hukumnya.Saya sementara  NO Coment saja, biar pihak kepolisian yang melakukan proses hukum, tandas drg. Lalu Prana Sekretaris RSSA Malang pada Koran Rakyat Cybermedia Selasa (28/10) kemarin. Dikatakan Lalu dirinya tak akan mempengaruhi polisi dan buat polemik di media, sedangkan yang bnersangkutan hingga saat ini tetap kerja seperti biasa.Seperti diberitakan sebelumnya Masbuhin mengatakan, kliennya melaporkan kasus penggelapan dana askeskin senilai Rp 42 juta. Sebab, kliennya merasa tidak melakukan korupsi seperti yang dituduhkan kejari saat ini. Dengan laporan ini, Refa berharap polisi bisa menyelidiki raibnya dana askeskin itu. Sehingga nanti ada pembuktian siapa yang bersalah dalam geger dugaan korupsi di RSSA Malang ini. "Inilah upaya kami untuk meluruskan kasus ini. Sebab klien saya (dr Safaruddin Refa, Red) tidak merasa mengorupsi uang tersebut," ujar Masbuhin kemarin. Masbuhin menjelaskan, dalam pemeriksaan selaku pelapor kemarin, kliennya mendapatkan pertanyaan dari penyidik Polwil Malang sekitar 40 item. Pertanyaannya seputar kejelasan dana askeskin di ODC mata. Tidak hanya itu, kliennya juga membeberkan data lain yang lebih besar angkanya dibanding dugaan korupsi yang dibebankan pada SMF mata selama tiga tahun. Yakni sejak 2005 hingga Mei 2008. Data lain itu terkait temuan bawasprov yang menyatakan adanya selisih kurang dalam layanan ODC mata sebanyak Rp 60,4 juta. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada 109 pasien askes dan 17 trabec yang ditolak billing system RSSA. Sedang dari askes telah mencairkan klaim akses 109 pasien itu senilai Rp 42 juta. Bahkan, telah diklarifikasi pada RSSA dengan Nomor Surat 1165/13-08/0908 oleh manager Askes Roni Kurnia. Tapi anehnya data tersebut telah dimasukkan dalam BAP (berkas acara pemeriksaan) kejari. Namun, kata Masbuhin, kejari terkesan mendiamkan data tersebut."Kami berharap dari laporan ke polisi nantinya akan ada kebenaran dari data tersebut," tuturnya. Terpisah, Kasubag Reksrim Polwil Malang Kompol Sudibyo membenarkan laporan dr Safaruddin Refa terkait laporan penggelapan dana askeskin di RSSA Malang. Polisi pun sudah mendapat keterangan dari pelapor dan selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Saat ini kami sedang menyusun pemeriksaan saksi-saksi itu," kata Sudibyo. (ard)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4371336022757813594?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4371336022757813594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4371336022757813594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4371336022757813594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4371336022757813594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/10/rssa-pilih-bungkam-berkaitan-kasus.html' title='RSSA Pilih Bungkam Berkaitan Kasus Dugaan Korupsi dr. Syafarudin Refa'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-5478048431914333705</id><published>2008-10-24T02:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T02:40:53.064-07:00</updated><title type='text'>Impor Harley Dan Cukai Rokok Palsu  Digulung Oleh Bea Cukai Jatim</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SQGYFXNJx3I/AAAAAAAABH4/COz0hVCE8z4/s1600-h/javagames_200x400_2.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260653057641400178" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SQGYFXNJx3I/AAAAAAAABH4/COz0hVCE8z4/s400/javagames_200x400_2.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&amp;amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KRC,Surabaya - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selama triwulan pertama tahun 2008, dua kasus importasi, 4 kasus cukai serta sebuah pelimpahan kasus cukai oleh Polres Kesatuan Polisi Pengaman Pelabuhan (KP3) Tanjung Perak Surabaya diungkap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jatim I.Pengungkapan itu menghasilkan barang bukti sebanyak Rp 642 karton rokok dan satu unit motor Harley Davidson."Kasus itu telah menimbulkan kerugian terhadap negara sebesar Rp 1.102.654.441 miliar," ujar Kepala Bidang Penindasan dan Penyidikan Kanwil Dirjen Bea Cukai I, Harry Budi Wicaksono kepada wartawan di Kantor Dirjen Bea dan Cukai Jalan Tanjung Perak Timur, Jumat (11/4/2008).Dua kasus importasi itu adalah importasi Harley Davidson yang dilakukan Mario Illote dan Critiana Illote dengan modus memakai dokumen atau ata carnet dan diimpor dengan fasilitas barang pindahan. Sedangkan kasus kedua adalah importasi rokok palsu merek Malrboro sebanyak 309 karton @ 64 slop @ 10 bungkus, dengan modus memalsu identitas rokok tersebut yang diaku sebagai kompor gas.Dua kasus tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 859.069.440 juta. Sedangkan empat kasus cukai adalah pengungkapan rokok merek Icy Mild isi 16 batang sebanyak 16 karton @ 4 bal @ 20 slop @ 10 bungkus, yang diproduksi oleh PT JST Indonesia.Yang kedua adalah pengungkapan rokok merek Abramas, sebanyak 218 karton produksi perusahaan rokok Puncak makmur Sejahtera Malang. Kasus ketiga, pengungkapan rokok merek Nova sebanyak 37 karton @ 4 bal @ 20 slop @ 10 bungkus produksi perusahaan rokok Berliana Jaya Indonesia.Sedangkan yang keempat adalah pengungkapan 36 karton bahan baku rokok berupa tembakau siap linting, etiket rokok, slop rokok, grenjeng, slop dan lain-lain.Empat kasus itu telah merugikan negara sebanyak Rp 198.886.363 juta. Sedangkan kasus pelimpahan cukai dari Polres KP3 Tanjung Perak adalah kasus rokok merek best mild plus sebanyak 26 karton @ 4 bal @ 200 pack.Kasus ini merugikan negara sebesar Rp 41.699.138 juta. Selain dari hasil penyelidikan, pengungkapan kasus ini berhasil karena peran serta masyarakat. Seperti pada kasus pengungkapan impotasi palsu merek Marlboro. Karena sering dikomplain oleh konsumennya bahwa rokok Marlboro yang beredar rasanya lain dari biasanya, maka produsen yakin PT Philips Morris melakukan penyelidikan.Atas kerjasamanya dengan aparat setempat, diketahui jika konsumen sering komplain tentang rasa rokok Marlboro palsu di pasaran.(dd) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-5478048431914333705?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/5478048431914333705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=5478048431914333705' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5478048431914333705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/5478048431914333705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/10/impor-harley-dan-cukai-rokok-palsu.html' title='Impor Harley Dan Cukai Rokok Palsu  Digulung Oleh Bea Cukai Jatim'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SQGYFXNJx3I/AAAAAAAABH4/COz0hVCE8z4/s72-c/javagames_200x400_2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-2773615750279495792</id><published>2008-10-22T02:34:00.000-07:00</published><updated>2008-11-10T02:49:59.590-08:00</updated><title type='text'>RSSA Dilaporkan Polwil Dugaan Korup Askeskin</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRgQ2tn_bEI/AAAAAAAABNw/ftSkVXGQ6GA/s1600-h/2.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRgQ2tn_bEI/AAAAAAAABNw/ftSkVXGQ6GA/s400/2.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266978296356105282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC, MALANG - &lt;br /&gt;Tersangka dugaan tunggal korupsi One Day Care (ODC) mata di RSSA Malang dr Safaruddin Refa melakukan perlawanan. Kemarin, dokter spesialis mata ini melaporkan institusi RSSA ke Mapolwil Malang terkait dugaan penggelapan uang askeskin senilai Rp 42 juta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didampingi Masbuhin, penasihat hukumnya, Refa datang ke Mapolwil Malang sekitar pukul 12.00. Keduanya langsung menuju ruang Kepala Jaga Polwil Malang untuk membuat laporan pengaduan. Setelah itu, Refa dibawa ke ruang penyidikan unit II Reskrim Polwil Malang. Di ruang tertutup itu Refa diperiksa polisi selama enam jam. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 12.30 dan berakhir pukul 17.30. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masbuhin mengatakan, kliennya melaporkan kasus penggelapan dana askeskin senilai Rp 42 juta. Sebab, kliennya merasa tidak melakukan korupsi seperti yang dituduhkan kejari saat ini. Dengan laporan ini, Refa berharap polisi bisa menyelidiki raibnya dana askeskin itu. Sehingga nanti ada pembuktian siapa yang bersalah dalam geger dugaan korupsi di RSSA Malang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah upaya kami untuk meluruskan kasus ini. Sebab klien saya (dr Safaruddin Refa, Red) tidak merasa mengorupsi uang tersebut," ujar Masbuhin kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masbuhin menjelaskan, dalam pemeriksaan selaku pelapor kemarin, kliennya mendapatkan pertanyaan dari penyidik Polwil Malang sekitar 40 item. Pertanyaannya seputar kejelasan dana askeskin di ODC mata. Tidak hanya itu, kliennya juga membeberkan data lain yang lebih besar angkanya dibanding dugaan korupsi yang dibebankan pada SMF mata selama tiga tahun. Yakni sejak 2005 hingga Mei 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data lain itu terkait temuan bawasprov yang menyatakan adanya selisih kurang dalam layanan ODC mata sebanyak Rp 60,4 juta. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada 109 pasien askes dan 17 trabec yang ditolak billing system RSSA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari askes telah mencairkan klaim akses 109 pasien itu senilai Rp 42 juta. Bahkan, telah diklarifikasi pada RSSA dengan Nomor Surat 1165/13-08/0908 oleh manager Askes Roni Kurnia. Tapi anehnya data tersebut telah dimasukkan dalam BAP (berkas acara pemeriksaan) kejari. Namun, kata Masbuhin, kejari terkesan mendiamkan data tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap dari laporan ke polisi nantinya akan ada kebenaran dari data tersebut," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpisah, Kasubag Reksrim Polwil Malang Kompol Sudibyo membenarkan laporan dr Safaruddin Refa terkait laporan penggelapan dana askeskin di RSSA Malang. Polisi pun sudah mendapat keterangan dari pelapor dan selanjutnya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Saat ini kami sedang menyusun pemeriksaan saksi-saksi itu," kata Sudibyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Direktur RSSA Malang dr Pawik Supriadi mengaku tak tahu menahu soal dana askeskin Rp 42 juta sebagaimana dilaporkan Refa ke polwil. ''Saya tidak tahu soal itu. Saya tidak tahu," jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris RSSA Malang drg Lalu Suparna juga belum mendapat kabar bahwa dr Refa membawa kasus askeskin ini ke polwil. ''Kami belum tahu kebenaran laporannya. Tapi, kalau sudah begitu, kami no comment saja," tegas Lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RSSA sendiri akan mengikuti proses yang berjalan. Urusan lapor melapor, kata Lalu, di luar wilayah RSSA. Tapi, menjadi urusan pribadi dr Refa. Meski begitu, jika sewaktu-waktu polwil memeriksa RSSA Malang, Lalu mengatakan RSSA sangat siap. ''Kalau secara resmi dimintai keterangan kami akan terbuka. Ini negara hukum dan hukum harus dijunjung di atas segalanya," tandas dia. (rd/j)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-2773615750279495792?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/2773615750279495792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=2773615750279495792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2773615750279495792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2773615750279495792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/10/rssa-dilaporkan-polwil-dugaan-korup.html' title='RSSA Dilaporkan Polwil Dugaan Korup Askeskin'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SRgQ2tn_bEI/AAAAAAAABNw/ftSkVXGQ6GA/s72-c/2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-6860070255691140592</id><published>2008-10-20T16:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T16:56:17.988-07:00</updated><title type='text'>Perampok PT CC Belum Terungkap Rp. 262,7 Juta Amblas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SP0aX8fK2kI/AAAAAAAABEY/0-qA1JHBu1Y/s1600-h/xl.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SP0aX8fK2kI/AAAAAAAABEY/0-qA1JHBu1Y/s400/xl.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259388938514782786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;KRC, Malang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keseriusan polisi mengungkap kasus perampokan di kantor PT Coca Cola Distribution Indonesia Sales Center Malang Selatan Jl Satsuit Tubun, Kebonsari, Sukun, pada Minggu (19/10) lalu, terus dilakukan. Itu terlihat dari upaya pengambilalihan penanganan kasus yang awalnya ditangani Reskrim Polsekta Sukun ke Reskrim Polresta Malang. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kapolsekta Sukun AKP Hutomo mengatakan, jika tidak ada perubahan, penarikan penanganan perkara dilakukan hari ini. ''Besok (hari ini) penanganan perkara sudah dilakukan polresta, polsek hanya membantu,'' kata Hutomo saat dihubungi via HP semalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di polresta, kata Hutomo, akan ada tim khusus yang secara intensif menangani serangkaian penyelidikan dan penyidikan kasus kriminalitas menonjol dalam tiga bulan terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski penanganan kasus ditarik, namun polsek telah menuntaskan pemeriksaan tiga saksi tambahan dari satu saksi yang sudah diperiksa di hari pertama kejadian, yakni satpam Nurhidayat. Tiga saksi tambahan yang diperiksa adalah Sutikno (satpam), Wahyudi (satpam), dan Arif, pegawai serabutan bernama. Arif inilah yang menolong para satpam yang dilumpuhkan pelaku. ''Pemeriksaan tiga saksi tambahan berakhir hingga sore hari,'' ujar Hutomo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang satu saksi satpam yang bertugas ketika perampokan terjadi yakni Sadrak Abed Nego belum diperiksa. Hingga hari kedua penyelidikan, polisi belum menemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku. ''Keterangan saksi masih landai-landai dan sesuai kapasitas yang ia ketahui. Demikian juga hasil pemeriksaan cross check antara para saksi hasilnya masih relevan,'' ujar seorang anggota Polsekta Sukun yang menangani kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil sementara itu, polisi memastikan pelaku adalah kelompok profesional yang mengincar brankas uang. ''Setiap tahapan untuk melumpuhkan korban sangat cepat, bahkan satu satpam yang juga anggota Marinir berhasil dilumpuhkan,'' katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, packa-kerampokan, aktivitas kerja di PT Coca Cola Distribution Indonesa Sales Center Malang Selatan berjalan normal. Siang kemarin, dua pejabat perusahaan dari pusat yang membidangi keamanan dan finance datang ke kantor ini untuk mengecek kondisi kantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Aktivitas masih bisa berjalan lancar. Untuk masalah keamanan, sementara akan dibantu petugas keamanan dari area Surabaya,'' ujar Markuat, petugas bagian keamanan yang sidak ke lokasi kejadian siang kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaku diduga beraksi sekitar pukul 02.00 di kantor coca cola. Diperkirakan berjumlah empat orang. Satu dari mereka mengenakan cadar. Pelaku berhasil membawa kabur uang Rp 262,7 juta yang tersimpan di brankas. Untuk memuluskan aksinya, pelaku menyekap dua satpam yang sedang bertugas, yakni Sadrak Abed Nego, 59, dan Nurhidayat, 32. Saat itu keduanya ada di dalam ruang kantor administrasi keuangan. (rd)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-6860070255691140592?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/6860070255691140592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=6860070255691140592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6860070255691140592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6860070255691140592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/10/perampok-pt-ccbelum-terungkap-rp-2627.html' title='Perampok PT CC Belum Terungkap Rp. 262,7 Juta Amblas'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SP0aX8fK2kI/AAAAAAAABEY/0-qA1JHBu1Y/s72-c/xl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-8026139225963931102</id><published>2008-06-26T07:39:00.000-07:00</published><updated>2008-11-12T18:19:01.308-08:00</updated><title type='text'>Ratusan Germo Jual Anak Dibawah Umur Ditangkap</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SGOqkzd9JoI/AAAAAAAAAsw/X_7moXSF6m8/s1600-h/140722p.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216200342693029506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SGOqkzd9JoI/AAAAAAAAAsw/X_7moXSF6m8/s400/140722p.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;WASHINGTON, KAMIS - Ratusan germo ditangkap dan 21 bocah diselamatkan ketika biro penyidik federal AS, FBI, memberangus jaringan prostitusi anak dalam beberapa hari terakhir. Departemen Kehakiman AS mengungkapkan, 16 kota menjadi target Operasi Lintas Negara yang telah berjalan selama lima tahun di seluruh AS.&lt;br /&gt;Banyak di antara anak-anak yang dipaksa melacurkan diri sebelumnya melarikan diri atau diusir dari rumah karena keluarganya tidak menghendaki mereka. Menurut penyelidik, anak-anak itu umumnya dipancing masuk ke jaringan germo dengan diberikan penampungan atau obat bius. Tak jarang mereka juga dipukuli atau dibiarkan kelaparan sampai mereka mau menjajakan diri di jalanan.&lt;br /&gt;"Kami tidak punya panggilan yang lebih tinggi daripada menyelamatkan anak-anak dan melindungi ketidakberdosaan mereka. Sampai sekarang prostitusi anak masih menjadi kejahatan paling kejam dan tidak terampuni di negara ini," kata Direktur FBI Robert Mueller, Rabu (25/6) atau Kamis.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, 345 orang ditangkap, termasuk 290 penjaja seks dewasa, dalam operasi yang berakhir pekan ini. Sejak 2003, 308 germo dan pelacur telah diadili di pengadilan negara bagian dan federal karena memaksa anak-anak menjadi penjaja seks. Menurut Mueller, sedikitnya 433 anak korban bisnis ini telah diselamatkan.&lt;br /&gt;Kota-kota yang menjadi sasaran itu adalah Atlanta, Boston, Dallas, Detroit, Houston, Las Vegas, Los Angeles, Miami, Montgomery County di Maryland, Oakland dan Sacramentor di California, Phoenix, Reno di Nevada, Tampa, Toledo, Ohio dan Washington.&lt;br /&gt;Persoalan prostitusi anak menjadi semakin penting ketika terjadi peningkatan jumlah germo yang menawarkan 'dagangan' lewat online kepada pelanggan. Kemudian, FBI menitikberatkan penyelidikannya pada perdagangan seks anak yang bersifat lintas negara bagian.&lt;br /&gt;Namun, menangani kasus semacam ini ternyata tidak mudah. Misalnya, pada April 2006, dakwaan terhadap seorang pria Nevada berakhir menggantung karena seorang korban berusia 14 tahun menolak bersaksi. Beberapa bulan kemudian, panel juri kedua menyatakan Juan Rico Doss dari Reno Nevada bersalah karena memaksa dua gadis (14 dan 16 tahun) menjual diri di Los Angeles, Sacramento, San Francisco, dan Oakland.&lt;br /&gt;Sebuah studi di University of Pennsylvania memperkirakan, hampir 300.000 anak di AS berisiko tinggi dikomersialkan secara seksual. "Sebagian besar dari mereka melarikan diri atau diusir dari rumah," kata Ernie Allen, Presiden Pusat Anak Hilang dan Tereksploitasi Nasional.&lt;br /&gt;Allen menyebut anak-anak ini sebagai korban. "Ini perbudakan abad ke-21. Mereka tidak punya kemampuan untuk melepaskan diri," kata Allen. (cc)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-8026139225963931102?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/8026139225963931102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=8026139225963931102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8026139225963931102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8026139225963931102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/06/ratusan-germo-jual-anak-dibawah-umur.html' title='Ratusan Germo Jual Anak Dibawah Umur Ditangkap'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/SGOqkzd9JoI/AAAAAAAAAsw/X_7moXSF6m8/s72-c/140722p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-6495808980904847139</id><published>2008-06-09T18:05:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T18:08:15.887-07:00</updated><title type='text'>Tidak Mau Cerai Istri Dicekik Di Perum PBI</title><content type='html'>&lt;a title="Cetak halaman ini" onclick="window.open('http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=46959&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=35','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no'); return false;" href="http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=46959&amp;amp;pop=1&amp;amp;page=0&amp;amp;Itemid=35" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Kirim halaman ini melalui E-mail" onclick="window.open('http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=46959&amp;amp;itemid=35','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" href="http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=46959&amp;amp;itemid=35" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Monday, 09 June 2008&lt;br /&gt;KRC, Malang&lt;br /&gt;Gara-gara rumah tangganya tak harmonis, ibu muda tinggal di perumahan elit Pondok Blimbing Indah (PBI), AM, 29, mengajukan gugat cerai kepada suaminya berinisial RA, 33. Namun gugatan cerai ini justru membuat RA makin emosi dan sering melakukan tindak kekerasan terhadap AM. Puncaknya Minggu (8/6), AM tak kuat lagi menahan kesabaran dan mengadukan RA ke Polresta Malang.Informasi yang dihimpun KRC, rumah tangga yang dibina pasutri RA dan AM sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang kini sudah berusia 4 tahun. Namun ketika sang buah hati membutuhkan perhatian lebih karena mulai memasuki masa sekolah di taman kanak-kanak (TK), pasutri ini justru dilanda masalah berkepanjangan. “Saat ini RA sedang menjalani sidang gugat cerai yang diajukan AM,” ujar sumber KRC yang ditemui di Mapolresta Malang, Minggu (8/6).AM menggugat cerai karena dirinya sering menjadi sasaran tindak kekerasan yang dilakukan RA. Sedangkan RA berbuat demikian karena terbakar api cemburu. Ia sering menuduh korban berselingkuh sehingga membuatnya tak bisa mengendalikan emosi. Akhirnya, AM meminta cerai pada RA.Meskipun gugatan cerai itu sudah memasuki masa persidangan tetapi RA tetap bersikukuh tidak ingin bercerai dengan AM. Tidak adanya kesepahaman antara keduanya justru membuat mereka sering terlibat pertengkaran. Ini mencapai puncaknya ketika RA memarahi AM pada Sabtu (7/6) pukul 20.00 WIB. Malam itu RA dengan emosi mencekik leher AM hingga korban sempat sulit untuk bernapas. Beruntung kejadian itu diketahui pembantu rumah tangga yang langsung melerai pertengkaran itu. Korban yang ketakutan akhirnya mengadukan tindak kekerasan itu ke keluarganya. Tak ingin kejadian serupa terulang maka keluarga korban memutuskan membawa kasus itu ke polisi.Kapolresta Malang, AKBP Drs Atang Heradi MH melalui Kasat Reskrim, AKP MP Sitanggang SIK, membenarkan adanya pengaduan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari AM. Saat melapor, korban langsung dibawa ke IRD RSSA Malang untuk divisum.“Setelah divisum, korban dan beberapa saksi diperiksa untuk menjelaskan kronologi dari tindak kekerasan yang dilakukan pelaku,” pungkas Sitanggang.(jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-6495808980904847139?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/6495808980904847139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=6495808980904847139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6495808980904847139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6495808980904847139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/06/tidak-mau-cerai-istri-dicekik-di-perum.html' title='Tidak Mau Cerai Istri Dicekik Di Perum PBI'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4649393478801178830</id><published>2008-06-09T17:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T17:51:00.790-07:00</updated><title type='text'>Kecelakaan Maut Bus Terbakar 3 Tewas</title><content type='html'>KRC, BATU -&lt;br /&gt;Suasana ceria di dalam bus wisata yang mengangkut rombongan murid TK Dharma Wanita, Desa Karangdiyeng, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berganti teriakan panik dan jerit tangis. Rencana liburan ke tempat wisata Jatim Park, Batu, Jatim, musnah. Gara-garanya, bus wisata PO Santoso bernopol AG 6678 PU yang mereka tumpangi ludes setelah terbakar di Jalan Dewi Sartika, dekat terminal Kota Batu, Jawa Timur, sekitar pukul 09.30 WIB kemarin (9/6).Akibat peristiwa itu, dua siswa dan seorang wali siswa terpanggang hidup-hidup. Dua belas penumpang lainnya menderita luka bakar. Tiga korban tewas itu bernama Suyati, 27; Husni Mubaroq, 6; dan Agustin Nur Umami, 7. Mereka adalah warga Desa Karangdiyeng. Sepuluh penumpang yang luka-luka dilarikan ke RS Baptis dan Rumah Sakit Haji (RSH) Batu. Radar Mojokerto (Grup Jawa Pos) melaporkan, bus nahas itu berangkat dari Mojokerto sekitar pukul 07.00. Bus yang mengangkut 53 siswa TK serta 54 wali siswa dan guru itu tiba di Batu sekitar pukul 09.10. Di SPBU Beji, sekitar 5 km dari tempat kejadian perkara (TKP), bus mengisi solar. "Rombongan wisata ini dalam rangka wisata perpisahan siswa," ujar Miani, kepala sekolah TK Dharma Wanita, yang ditemui Radar Malang (Grup Jawa Pos) di Mapolres Batu. Miani sendiri selamat dalam peristiwa itu.Setelah mengisi bahan bakar, bus langsung meluncur ke arah Batu. Tiba di belokan jembatan Jl Dewi Sartika, bus dihentikan petugas Dinas Perhubungan Kota Batu. ''Kami melihat dua petugas menghentikan laju bus,'' kata Indah Sriyani, 67, salah seorang penumpang yang selamat, saat dirawat di RS Haji Kota Batu. Sekitar 30 meter dari titik pemberhentian, sopir bus Maskuri, 48, dan kernetnya, Slamet, 30, keluar. Mereka menemui petugas LLAJ (lalu lintas angkutan jalan) Kantor Perhubungan untuk membayar retribusi. ''Saya melihat mereka bicara serius,'' kata Sriyani. Saat ditinggalkan Maskuri dan kernetnya, kondisi mesin bus masih menyala. Versi sopir, bus sudah di-hand rem dan ban depan sudah diberi balok kayu. Dari situlah tragedi berawal. Diduga karena tak kuat menahan beban penumpang, setelah tiga menit berhenti, mendadak bus mundur. Arahnya serong ke kanan. Tahu bus berjalan tanpa sopir, seluruh penumpang panik. Mereka berteriak-teriak. Anak-anak menangis. Penumpang wanita pun menjerit-jerit. Suasana sangat kacau. "Allahu akbar... Allahu akbar. Cuma itu yang bisa saya ucapkan kala itu,'' kenang Sulastri, penumpang lain yang selamat, di RSH. Karena jalan menanjak, laju mundur bus cukup kencang. Diperkirakan sekitar 40 km/jam. Setelah melaju mundur sekitar 75 meter, bodi bus bagian belakang menabrak toko kasur dan warung nasi Songo di kanan jalan. Terdengar ledakan keras saat bodi belakang menabrak toko dan warung itu. Diduga kuat ledakan berasal dari lima kompor yang menyala di warung. Api pun menyala dan menyambar bodi belakang. "Saya melihat tiga orang terlempar dari dalam bus dan ikut terbakar di reruntuhan warung," tutur Mardi, saksi mata di TKP. Tiga orang yang terlempar itu belakangan diketahui sebagai korban meninggal. Tahu ada api dan bunyi ledakan, penumpang bertambah panik. Seluruh penumpang berusaha menyelamatkan diri. Ada yang lari menuju pintu belakang, ada yang pilih ke pintu depan. Sriyani sendiri waktu itu mencoba meraih pembuka pintu belakang, namun tak berhasil. Dia pun lari ke depan. Namun, penumpang lainnya malah mendorongnya ke arah pintu belakang. Dalam kondisi panik itu, Sriyani pingsan. Dia kembali sadar setelah seseorang menyeret kakinya keluar dari pintu belakang bus yang pintunya sudah dapat dibuka. Nuriadi, 38, penumpang lain yang selamat, menceritakan, begitu melihat kobaran api di bagian belakang bus, dia teringat anaknya, Rohmatul. Dia menemukan anaknya duduk di antara kursi bus. Kakinya menghitam kena api. Dia pun mengambil langkah pintas. Nuriadi lekas menggendong anaknya dan melompati satu per satu kursi penumpang. ''Saya tak pedulikan apa-apa, pikir saya yang penting selamat,'' tutur Nuriadi yang ditemui di RS Baptis, Kota Batu. Penumpang lain tidak kalah panik. Mereka terus berteriak minta tolong. Apalagi api semakin besar. Warga sekitar dan petugas berusaha mengevakuasi para penumpang. Satu per satu penumpang dikeluarkan dan dikumpulkan di halaman BPR Rinjani, sekitar 20 meter dari TKP, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah bus kosong, api terlihat semakin besar. Khawatir kebakaran merembet ke rumah warga, polisi dibantu warga berupaya membawa bus ke tengah jalan. Sopir bus Maskuri yang panik nekat naik ke kemudi. Dia pun membawa bus berjalan ke tengah. Namun, tiba-tiba Maskuri melompat dari bus. Setelah itu, bus kembali meledak keras. Api kemudian melalap seluruh bodi dan kursi. Bus pun melaju sendiri dan berhenti setelah menabrak trotoar. Ledakan keras kembali terjadi setelah bus berhenti. Tidak berselang lama, kendaraan PMK Kota Batu datang ke TKP dan langsung melakukan pemadaman. Satu jam kemudian api padam. Petugas dan warga lantas mencari para penumpang. Di tumpukan warung yang terbakar, petugas menemukan tiga korban yang sudah meninggal dalam kondisi mengenaskan. Tiga korban pun dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Malang untuk keperluan otopsi. Hingga sore kemarin, empat korban yang kritis dirawat di RS Baptis. Mereka adalah Adin, 6; Ari, 6; Sulistyowati, 42; dan Farida, 26. Korban luka ringan dirawat di RSH Batu. Antara lain, Maslukah, 35; Nurida; Isma Hani, 41; Rohmatul, 7; Aziz, 6; dan Bagas, 6. (Selengkapnya lihat grafis). Hingga tadi malam, korban luka berat masih dirawat. Berkaitan dengan insiden kemarin, delapan saksi diperiksa oleh Kepolisian Resor (Polres) Kota Batu. Hingga kini belum ditentukan tersangka kasus terbakarnya bus yang mengakibatkan tiga orang tewas terpanggang itu. Enam di antara mereka adalah petugas DLLAJ Kota Batu, seorang kernet, dan sopir bus nahas tersebut. "Mereka masih dimintai keterangan mengenai kejadian ini. Statusnya masih terperiksa. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena sedang berproses," kataï¿½Kepala Kepolisian Wilayah Malang Komisaris Besar Polisi Syafrizal Ahiar. (ard)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4649393478801178830?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4649393478801178830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4649393478801178830' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4649393478801178830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4649393478801178830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/06/kecelakaan-maut-bus-terbakar-3-tewas.html' title='Kecelakaan Maut Bus Terbakar 3 Tewas'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-6205532276844216827</id><published>2008-04-08T17:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T17:57:25.353-07:00</updated><title type='text'>Anak Ketua Dewan Diduga Aniayah</title><content type='html'>KRC, Malang&lt;br /&gt;Upaya Polresta Malang menjemput paksa Rs,15, tersangka pengeroyokan terhadap Crislok,15, dan Dona Ervanda,15, sore kemarin (2/4) gagal. Pasalnya, pihak salah satu SMAN di Kota Malang, tempat Rs sekolah keberatan atas proses penangkapan yang dilakukan polisi di sekolah. Pihak sekolah menyarankan polisi berurusan dengan orang tua Rs yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang Priyatmoko Oetomo. ’"Penangkapan itu terkendala karena birokrasi sekolah. Oleh sebab itu kami merencanakan pemanggilan via surat kepada tersangka," kata Kepala Unit Penyidik Perempuan dan Anak Polresta Malang Ipda Jayanti Harahap. Jayanti mengurai, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Kamis (27/3) sekitar pukul 16.30 di Jalan Danau Grati, Sawojajar. Korbannya dua orang teman satu sekolah tersangka, yakni Crislok,15, dan Dona Ervanda,15. Crislok menderita luka robek pada raut wajahnya akibat pukulan botol bir Jack Daniel’s. Sedang Dona terluka pada sekujur tubuhnya akibat terkena pukulan tangan kosong. Di hadapan penyidik, kedua korban mengaku pelakunya adalah Rs bersama lima temannya. Kelima rekan Rs tersebut adalah, Ad, Sl, Gl, Mr dan Dt. Jayanti mengatakan awal permasalahan adalah akibat salah paham di antara kelompok korban dan kelompok tersangka. "Kelompok tersangka merasa diejek oleh kelompok korban," kata Jayanti. Berawal dari perselisihan itu, Kamis usai pulang sekolah, Crislok, Dona dan Arif (saksi) mendatangi kelompok tersangka yang cangkrukan di pinggir jalan samping sekolah. "Tujuannya mau minta maaf," kata Jayanti. Niat baik korban ternyata bertepuk sebelah tangan. Belum dapat respons, Rs langsung memukul Dona menggunakan tangan kosong. Tahu temannya dipukul, Crislok mencoba memisah. Namun upaya warga Jl Danau Maninjau, Sawojajar ini gagal, setelah keburu dihantam Rs menggunakan botol bir, hingga pecah. Pukulan itu mengenai wajah Crislok, hingga akhirnya terjatuh dengan raut wajah penuh darah. Selanjutnya, lima teman Rs lekas gantian menghajar kedua korban yang masih terkapar di jalan. Para tersangka kabur, setelah melihat Crislok serta Dona tak berdaya melawan. Akibat kejadian ini, orang tua para korban lekas melaporkan perbuatan pelaku ke Polresta Malang. Sebagai pelengkap laporan, polisi membawa korban ke IRD RSSA untuk dimintakan bukti visum et repertum. Sebagai pelengkap, polisi juga menyita baju seragam mereka yang masih bersimbah darah serta pecahan botol bir yang digunakan pelaku untuk memukul wajah Crislok. Dalam laporannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Sementara itu, Priyatmoko Oetomo ketika dikonfirmasi membenarkan apabila Rs adalah anaknya. ’Dia (Rs,Red) memang anak saya. Saya kira permasalahan gelut itu cukup diselesaikan sampai tingkat sekolah saja," kata Priyatmoko ketika dikonfirmasi melalui HP-nya, petang kemarin. Jika masalah ini dilanjutkan ke polisi, sebagai orang tua, Priyo mengaku tak bisa berbuat apa-apa. "Kami akan menuruti semua prosedur hukum," janjinya. Moko, sapaan akrabnya, mengaku usai kejadian dia lekas datang ke sekolah untuk mengetahui secara jelas bagaimana kronologis kejadiannya. Dia juga minta kepada pihak sekolah agar diselesaikan di tingkat sekolah saja karena pelakunya adalah siswa yang masih masuk dalam kategori di bawah umur. Tak hanya pihak sekolah yang ia datangi, Priyo megaku juga sudah mendatangi orang tua korban, meminta agar kejadian ini diselesaikan secara kekeluargaan. (ar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-6205532276844216827?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/6205532276844216827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=6205532276844216827' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6205532276844216827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6205532276844216827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/04/anak-ketua-dewan-diduga-aniayah.html' title='Anak Ketua Dewan Diduga Aniayah'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-2569783418445122927</id><published>2008-02-03T17:11:00.000-08:00</published><updated>2008-02-03T17:16:21.829-08:00</updated><title type='text'>Latpur Membawah Korban Enam Tewas Satu Hilang</title><content type='html'>KRC, Situbomdo&lt;br /&gt;Latihan tempur Korps Marinir di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo yang bersandi Armada Jaya XXVII/2008, menelan tewasnya enam prajurit dan seorang masih hilang.Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (2/2) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB, saat pasukan marinir beraksi dalam pendaratan pasukan amfibi di pagi buta itu menggunakan tank atau panser amfibi (pansam) jenis BTR-50P buatan Rusia tahun 1962.Insiden tenggelamnya tank amfibi ini dikarenakan peralatan tempur tersebut sudah cukup tua, dan adanya cuaca buruk di lokasi latihan tempur.Laksma TNI Iskandar Sitompul, Kepala Dinas Penerangan TNI AL, menjelaskan pansam BTR-50 P tersebut meluncur dari KRI Teluk Kau 504, sebuah kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST), pada posisi 07' 41' 4” S - 114' 13' 42” T.Pansam ini meluncur sekitar pukul 04.30 WIB, Sabtu dini hari, menuju pantai dengan jarak sekitar 5.000 yard atau sekitar 1.700 meter.(jj)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-2569783418445122927?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/2569783418445122927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=2569783418445122927' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2569783418445122927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2569783418445122927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/02/latpormembawah-korban.html' title='Latpur Membawah Korban Enam Tewas Satu Hilang'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-3111978162419428862</id><published>2008-01-31T16:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:01.475-08:00</updated><title type='text'>Memprihatinkan Polisi Tertembak Pistolnya Sendiri</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6Js_vImibI/AAAAAAAAAkI/vj-rrr0JGsQ/s1600-h/xl.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161807965160114610" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6Js_vImibI/AAAAAAAAAkI/vj-rrr0JGsQ/s400/xl.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KRC,Sampang &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tragis. Seorang istri polisi, menembak suaminya hingga tewas seketika. Lalu, ia sendiri bunuh diri dengan pistol yang sama. Ironisnya, kejadian memilukan itu, terjadi persis di depan mata anak semata wayang pasangan suami istri tersebut.&lt;br /&gt;Karuan saja, peristiwa yang terjadi di kamar belakang rumah kontrakkan yang baru lima hari mereka tempati, di Jl Kamboja Kelurahan Rongtengah Kecamatan Kota Sampang Madura, Rabu (30/1) sekitar pukul 07.00 WIB tersebut membuat gempar masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;Kedua korban tewas adalah Brigadir Harmoko, 27 anggota buser Idik II Reskrim Polres Sampang, dan istrinya Yunita Kusumayanti, 26. Saat ditemukan pertamakali, Harmoko dalam posisi tewas terlentang di atas kasur kamar belakang dengan mengenakan kaus singlet putih dan sarung kotak-kotak.&lt;br /&gt;Kedua tangannya menjulur ke belakang, dengan kondisi luka tembak dari arah kiri mengenai leher tembus pelipis kanan. Sedangkan proyekti sampai menembus kasur yang di tiduri korban. Sepucuk senjata api (senpi) Colt 38, jenis revolver, yang disinyalir telah merengut jiwanya tampak tergelak di samping kanan korban.&lt;br /&gt;Sementara korban Nita, panggilan sehari-hari Yunita Kusumayanti, tewas telungkup di lantai dekat pintu, dengan luka tembak di bagian leher dari arah kanan. Proyektilnya melukai tembok kamarnya. Saat ditemukan, korban mengenakan seragam olah raga training putih, dan celana biru dan serpihan proyektil melukai tembok kamar.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan anggota Reskrim Polres Sampang, tewasnya pasangan suami istri itu akibat dari letusan senpi.(sp)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-3111978162419428862?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/3111978162419428862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=3111978162419428862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/3111978162419428862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/3111978162419428862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/memprihatinkan-polisi-tertembak.html' title='Memprihatinkan Polisi Tertembak Pistolnya Sendiri'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6Js_vImibI/AAAAAAAAAkI/vj-rrr0JGsQ/s72-c/xl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-6195510969655010194</id><published>2008-01-31T16:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:01.598-08:00</updated><title type='text'>BPK Pantau Keungan Pemkot Batu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6Jr1fImiaI/AAAAAAAAAkA/2RfBJRvd23A/s1600-h/telkomsel.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161806689554827682" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6Jr1fImiaI/AAAAAAAAAkA/2RfBJRvd23A/s400/telkomsel.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KRC, BATU - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pemeriksaan Keuangan dan pembangunan (BPKP) dalam waktu yang hampir bersamaan me-ngubek-ubek Pemkot Batu. BPK memeriksa penggunaan keuangan yang ada di kasda, dan BPKP melakukan monitoring penggunaan dana alokasi khusus (DAK).Ada kemungkinan, pemeriksaan ini berkaitan dengan berbagai dugaan penyalahgunaan anggaran di Pemkot Batu selama ini. Sebab, banyak sekali temuan ketidakberesan dalam proses pengajuan, pencairan, dan penggunaan anggaran di Pemkot Batu.Namun Kepala Bagian Keuangan Pemkot Batu Susetyo Herawan tidak sepakat dengan anggapan tersebut. Dia memang membenarkan kalau ada pemeriksaan BPK dan BPKP yang hampir bersamaan waktunya itu. Menurut dia, BPK datang ke Pemkot Batu Rabu lalu, sedangkan BPKP baru datang kemarin (31/1). "Tapi masalahnya bukan itu, ini kan pemeriksaan rutin," katanya.Menurut Herawan, di Jawa Timur ada 5 daerah yang diperiksa seperti ini. Yaitu, Kota Batu, Kota Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Magetan, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Ngawi.Dalam pemeriksaan tersebut, BPK khusus memelototi pada keuangan, kasda, aset-aset pemkot. Mulai dari prosedur pengajuan anggaran, proses pencairan, serta laporan penggunaan anggarannya. "Sementara pada prosesnya belum ke substansi angka," terang Herawan.Menurutnya, berdasarkan jadwal BPK akan melakukan pemeriksaan selama 40 hari. Selanjutnya hasil pemeriksaan tersebut sebagai laporan kepeda pemerintah pusat dan sebagai acuan pemerintahan yang baru di Kota Batu ntuk mengambil kebijakan.Sedangkan terkait monitoring BPKP, dilakukan pemeriksaan terhadap proses pencairan DAK 2007 serta mengecek langsung fisik dari penggunaan DAK itu. "Untuk BPKP ini hasilnya langsung untuk konsumsi menteri keuangan," katanya.Dia mengatakan, satuan kerja yang terkait dengan DAK ini antara lain dinas pendidikan, SDAE, KLH, dinas pertanian, disperkim dan dinas kesehatan. Semua proyek DAK yang dilakukan satuan kerja tersebut akan diperiksa secara rinci. (j)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-6195510969655010194?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/6195510969655010194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=6195510969655010194' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6195510969655010194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/6195510969655010194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/bpk-pantau-keungan-pemkot-batu.html' title='BPK Pantau Keungan Pemkot Batu'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6Jr1fImiaI/AAAAAAAAAkA/2RfBJRvd23A/s72-c/telkomsel.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4358595025806584253</id><published>2008-01-31T16:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:01.886-08:00</updated><title type='text'>Polwil Tetapkan 13 Tersangka Pembajakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6JpivImiZI/AAAAAAAAAj4/3BQLSAWI8GU/s1600-h/santana.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161804168409024914" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6JpivImiZI/AAAAAAAAAj4/3BQLSAWI8GU/s400/santana.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;KRC,MALANG - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Polwil Malang akhirnya menetapkan 13 tersangka kasus pelanggaran hak cipta. Polwil beralasan, mereka telah menggunakan PC (personal computer) dengan program komputer tanpa lisensi untuk kepentingan komersial. Kapolwil Malang Kombes Syafrizal Ahiar mengatakan, petugas menetapkan 13 tersangka karena dinilai cukup bukti melakukan tindak pidana hak cipta di bidang software. Itu dibuktikan dengan barang bukti PC yang berisi program komputer tanpa lisensi. Apalagi dalam kasus tersebut, petugas telah mendatangkan tim ahli dari BSA (Business Software Alliance) yang menyatakan PC yang digunakan tersangka merupakan barang bajakan. "Karena cukup bukti, kami langsung menetapkan pemiliknya sebagai tersangka," terang Syafrizal di sela-sela gelar barang bukti (BB) di ruang rupatama Mapolwil Malang kemarin. Dari data yang dirilis polwil, 11 perusahaan yang melakukan pembajakan antara lain; perusahaan berinisial PT MRI, PT ACSM, dan PT SB di wilayah Kabupaten Malang. Sedang tiga perusahaan percetakan antara lain OA, UA, GDPC, dan 1 foto studio, 2 toko komputer di Kota Malang dengan inisial MK dan VKMeski demikian, Syafrizal enggan membeberkan nama 13 tersangka yang terbukti melakukan pelanggaran hak cipta bidang software itu. Ia mengatakan, ke-13 tersangka merupakan pemilik 11 perusahaan dan dua toko komputer di Kabupaten dan Kota Malang. Kasus pembajakan software yang berhasil diungkap polwil sebanyak 17 kasus. Empat di antaranya telah dijatuhkan vonis dari Pengadilan Negeri (PN) Malang, yakni Ac, warga Jalan Muria, Kelurahan Oro-Oro Dowo; Em, 51, warga Jalan Muria, Kelurahan Bareng; Sb, 61, warga Jalan Diponegoro, Klojen; dan Ap, warga Jalan Sulfat Agung, Kelurahan Purwantoro. "Keempat tersangka dihukum 6 bulan masa percobaan, denda Rp 6 juta, subsider 6 bulan kurungan," ucap pria asal Kota Padang ini. Terkait proses pemeriksaan, Syafrizal mengatakan, dari 13 kasus yang sedang ditangani, dua kasus di antaranya telah dilimpahkan ke Kejari Kota Malang dan telah berstatus P21 (berarti berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh jaksa). Selain itu lima kasus masih dilakukan penyempurnaan sesuai petunjuk jaksa dan sisanya masih dalam proses. "Intinya, tidak ada satu pun perkara yang ditangguhkan. Semuanya akan ditindak secara tegas," terangnya. Sementara, Kasubag Rekrim Polwil Malang Kompol Jamalludin Farti menambahkan, ke-13 tersangka kasus pembajakan software tersebut bakal dijerat pasal 72 ayat 3 UU No 19 tahun 2002 tentang hak cipta. Apabila terbukti tersangka bisa dikenai sanksi penjara maksimal lima tahun atau denda Rp 500 juta. (j) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4358595025806584253?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4358595025806584253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4358595025806584253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4358595025806584253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4358595025806584253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/polwil-tetapkan-13-tersangka-pembajakan.html' title='Polwil Tetapkan 13 Tersangka Pembajakan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6JpivImiZI/AAAAAAAAAj4/3BQLSAWI8GU/s72-c/santana.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-603826092966073766</id><published>2008-01-31T02:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:02.032-08:00</updated><title type='text'>Sekitar 1,3 Triliun Dugaan Penyimpangan  Di Jatim Temuan BPK</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6GlTPImiWI/AAAAAAAAAjU/P8UnsLk0L_Q/s1600-h/xl.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161588397842008418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6GlTPImiWI/AAAAAAAAAjU/P8UnsLk0L_Q/s400/xl.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KRC,Surabaya - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Badan pemeriksaan keuangan (BPK) menemukan adanya penyimpangan dana sebesar Rp 1,3 triliun dilingkungan pemerintahan daerah di Jatim dalam semester II tahun anggaran 2007. Penyimpangan ini ditemukan BPK saat melakukan pemeriksaan di 35 kabupaten dan kota di Jawa Timur.Kepala Perwakilan BPK RI di Surabaya Zindar Kar Marbun kepada wartawan, Kamis (31/1/2008) mengatakan, selama periode semester II tahun anggaran 2007 BPK telah melakukan pemeriksaan sebanyak 47 entitas (objek pemeriksaan, red)."Pemeriksaan atas pengendalian pencemaran udara sebanyak satu entitas dan pemeriksaan atas pembangunan Gedung Diagnosis Centre RSU Dr Soetomo," katanya.Pemeriksaan atas belanja daerah sebanyak 18 entitas, pemeriksaan atas pengelolaan BUMD sebanyak tiga entitas, pemeriksaan pertanggungjawaban keuangan atas penyelenggaraan pilkada sebanyak satu entitas.Sedangkan pemeriksaan atas penyaluran dan penerimaan dana perimbangan tahun anggaran 2006 dan semester I tahun anggaran 2007 sebanyak 16 entitas, pemeriksaan atas manajemen aset sebanyak tujuh entitas."Laporan hasil pemeriksaan yang disampaikan kepada lembaga perwakilan dinyatakan terbuka untuk umum. Setelah diserahkan ke DPRD, hasil pemeriksaan BPK menjadi dokumen publik sehingga masyarakat bisa mengetahui hasil pemeriksaan," ujarnya.Adapun temuan dari 47 entitas tersebut tutur Zindar terdiri dari penyimpangan yang berindikasikan kerugian daerah sebanyak 121 temuan sebesar Rp 15,47 miliar, penyimpangan yang merupakan kekurangan penerimaan daerah sebanyak 59 temuan sebesar Rp 51,44 miliar.Kemudian penyimpangan kehematan dan efisiensi sebanyak 91 temuan sebesar Rp 356,37 miliar dan penyimpangan efektifitas sebanyak 233 temuan sebesar Rp 885,85 miliar.Zandar meminta kepada gubernur, bupati dan walikota untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima. (jj)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-603826092966073766?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/603826092966073766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=603826092966073766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/603826092966073766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/603826092966073766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/sekitar-13-triliun-dugaan-penyimpangan.html' title='Sekitar 1,3 Triliun Dugaan Penyimpangan  Di Jatim Temuan BPK'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R6GlTPImiWI/AAAAAAAAAjU/P8UnsLk0L_Q/s72-c/xl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-1358106878337741855</id><published>2008-01-22T05:20:00.001-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:02.200-08:00</updated><title type='text'>Rumah Warga Perum PBI Di Eksekusi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R5Xui23yDEI/AAAAAAAAAbA/3xMw9fCoA_M/s1600-h/xl.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158291230835215426" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R5Xui23yDEI/AAAAAAAAAbA/3xMw9fCoA_M/s400/xl.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KRC,Malang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah sempat tertunda dua bulan, eksekusi terhadap rumah milik Joedo Asmoro, 50, di perumahan Pondok Blimbing Indah (PBI) akhirnya dilaksanakan petugas Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Senin (21/1) pukul 10.30 WIB. Eksekusi dilaksanakan setelah pengajuan penundaan eksekusi oleh pihak Joedo hingga 8 Februari 2008 ditolak PN. Petugas PN Kota Malang Martono SH yang memimpin eksekusi mengatakan, eksekusi dilaksanakan atas dasar izin dari Pengadilan Tinggi (PT) Jatim yang ditandatangani Ketua PT Sutrisno SH serta keputusan eksekusi dari PN yang ditandatangani Ketua PN Kota Malang Sutoto Hadi SH.“Ini merupakan putusan serta merta terhadap putusan yang masih dalam proses banding. Jadi eksekusi yang dilakukan hari ini (Senin 21/1-red) sudah sesuai dengan hukum,” ujar Martono, Senin (21/1).Ditambahkan Martono, pengajuan penundaan eksekusi tergugat ditolak karena yang bersangkutan sudah diberi kesempatan untuk meninggalkan rumah sejak dua bulan lalu. Namun pihak tergugat tidak mengindahkan, sehingga tidak ada alasan lagi bagi PN untuk menerima pengajuan penundaan eksekusi dari tergugat.MenyesalkanJoedo Asmoro melalui kuasa hukumnya Kusdaryono SH mengatakan, sebelumnya PT Jatim telah mengeluarkan surat penolakan terhadap eksekusi serta merta yang ditujukan kepada Ketua PN Kota Malang. Surat itu dikeluarkan berdasarkan surat permohonan dari Kusdaryono SH tertanggal 29 November 2007 yang tembusannya ke PT Jatim .Kusdaryono menyesalkan adanya putusan eksekusi serta merta ini karena objek yang diperkarakan senilai Rp 5 miliar. Dari kenyataan itu sesuai surat edaran Mahkamah Agung No 3 Tahun 2000 dan No 4 Tahun 2001 sudah memperketat syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan eksekusi.Salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk pemohon eksekusi adalah menyerahkan jaminan yang nilainya sama dengan objek sengketa. “pada kenyataannya pihak pemohom menyerahkan sertifikat rumah milik tergugat yang notabene adalah barang sengketa,” ujar Sudaryono.Namun dalam pertemuan antara pihak tergugat dan penggugat yang dilakukan di Kantor Kelurahan Polowijen tetap memutuskan bahwa pelaksanaan eksekusi Senin (21/1) adalah sah. Untuk mengamankan eksekusi, sekitar 75 petugas dari Polresta Malang dan Polsekta Blimbing disiagakan.”Eksekusi berjalan lancar dan tak ada keributan,” ujar Kompol Suroto, Kabag Ops Polresta Malang yang juga ikut mengawasi jalannya eksekusi. Barang-barang tergugat akhirnya diangkut dengan sebuah truk tronton dan sebuah pikap.(hen)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-1358106878337741855?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/1358106878337741855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=1358106878337741855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1358106878337741855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/1358106878337741855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/rumah-warga-perum-pbi-di-eksekusi.html' title='Rumah Warga Perum PBI Di Eksekusi'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R5Xui23yDEI/AAAAAAAAAbA/3xMw9fCoA_M/s72-c/xl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-720134444514862184</id><published>2008-01-14T09:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:02.533-08:00</updated><title type='text'>Wulan :Tukul Menggaerahkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uXTm3yCDI/AAAAAAAAAS0/WHlCNzLzGjI/s1600-h/xl.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155380561563486258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uXTm3yCDI/AAAAAAAAAS0/WHlCNzLzGjI/s400/xl.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uXLG3yCCI/AAAAAAAAASs/QZzAb-8-F4M/s1600-h/wulanguritno01.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155380415534598178" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uXLG3yCCI/AAAAAAAAASs/QZzAb-8-F4M/s400/wulanguritno01.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KRC,Jakarta&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aktris Wulan Guritno dalam konferensi pers peluncuran film Otomatis Romantis di Jakarta, Rabu, hanya mengucapkan satu kata saja saat ditanya tentang pendapatnya beradu akting dengan komedian Tukul Arwana di film tersebut.&lt;br /&gt;"Menggairahkan," katanya spontan disambut tawa wartawan.&lt;br /&gt;Menggairahkan yang dimaksud Wulan adalah bagaimana mereka membangun chemistry (kimiawi) sebagai suami istri dalam film besutan sutradara Guntur Soeharjanto ini. Keduanya kompak dalam akting dan juga berhasil membangun dialog yang baik.&lt;br /&gt;"Aku berperan sebagai Nabila dan dia sebagai Dave yang dulunya adalah pria lugu dan ndeso yang berubah total setelah kaya raya dan sukses," tutur ibu satu anak ini.&lt;br /&gt;Menurut aktris yang bermain dalam "Nagabonar Jadi 2" (2007) ini, ada persamaan antara mereka berdua, yakni saling mengagumi.&lt;br /&gt;"Bermain bersamanya adalah berkah, dia digilai masyarakat sedangkan dia juga menggilai saya," katanya.&lt;br /&gt;Film "Otomatis Romantis" adalah debut sutradara Guntur Soeharjanto di layar lebar yang naskahnya ditulis Monty Tiwa.&lt;br /&gt;Dalam film ini Monty Tiwa juga bertindak sebagai produser bersama Monica Armi Soraya, perempuan yang selama ini lebih dikenal sebagai pemain sinetron dan asisten sutradara.&lt;br /&gt;Film produksi dari Insan Sinema Indonesia (ISI) Production ini dibintangi Tora Sudiro, Marsha Timothy, Tarzan, Chintami Atmanegara, Dwi Sasono, dan Poppy Savia.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-720134444514862184?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/720134444514862184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=720134444514862184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/720134444514862184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/720134444514862184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/wulan-tukul-menggaerahkan.html' title='Wulan :Tukul Menggaerahkan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uXTm3yCDI/AAAAAAAAAS0/WHlCNzLzGjI/s72-c/xl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-7597737317212734424</id><published>2008-01-14T08:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:02.788-08:00</updated><title type='text'>Kadiknas Surabaya bantah gelapkan Dana</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uT5m3yCBI/AAAAAAAAASY/HK-wLlgvNMI/s1600-h/xl.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155376816352004114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uT5m3yCBI/AAAAAAAAASY/HK-wLlgvNMI/s400/xl.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;KRC,Surabaya - &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kepala Dinas Pendidikan Nasional (kadiknas) Surabaya Sahudi tidak mempersalahkan laporan atas dirinya terkait adanya dugaan penyimpangan dana alokasi khusus bidang pendidikan tahun 2007 sebesar &lt;a title="Rp 2,45 miliar" href="http://www.detiksurabaya.com/indexfr.php?url=http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2008/m/01/d/14/tts/153509/idkanal/466/idnews/878820"&gt;Rp 2,45 miliar &lt;/a&gt;ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.Karena menurut Sahudi, pencairan dana alokasi khusus (DAK) sudah sesuai dengan prosedur dan didistribusikan ke 11 sekolah dasar yang ada di Surabaya."Saya tidak pernah membuat rekening khusus. Karena uang tersebut dari kas daerah langsung ditransfer ke masing-masing rekening kepala sekolah," kata Sahudi kepada wartawan di kantornya Jalan Jagir Wonokromo, Senin (14/1/2008).Sahudi mengungkapkan dana tersebut diberikan secara bertahap pada masing-masing sekolah. Menurutnya dana tersebut memang tidak diberikan secara langsung. Alasannya, karena aturan pencairannya seperti itu. Kalau sekolah masih belum mendapat DAK secara utuh kemungkinan dana tersebut sudah masuk dalam rekening kepala sekolah namun belum dicairkan oleh sekolah."Kemungkinan dana direkening sudah masuk sebelum 31 Desember tapi oleh pihak sekolah belum dicairkan," ungkapnya.Sahudi menjelaskan pihaknya (Diknas Surabaya, red) masih belum menerima laporan termin terakhir pencairan dana. Pihaknya juga belum melakukan pengecekan ke-11 sekolah dasar yang menerima DAK."Sayangnya saya sampai sekarang masih belum menerima laporan dana yang terakhir dan belum melakukan kroscek ke sekolah-sekolah," jelasnya.Sekolah-sekolah itu menerima dana alokasi khusus sebesar Rp 250 juta. Sekolah yang menerima DAK, adalah sekolah dengan kondisi bangunan sekolah rusak berat, mayoritas siswa berasal dari keluarga tidak mampu serta belum pernah mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya.Kadiknas Surabaya dilaporkan oleh Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. Sahudi dianggap telah melakukan penyimpangan dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2007 sebesar Rp 2,45 miliar. (jj)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-7597737317212734424?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/7597737317212734424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=7597737317212734424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/7597737317212734424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/7597737317212734424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/kadiknas-surabaya-bantah-gelapkan-dana.html' title='Kadiknas Surabaya bantah gelapkan Dana'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uT5m3yCBI/AAAAAAAAASY/HK-wLlgvNMI/s72-c/xl.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-821665471393687265</id><published>2008-01-14T07:45:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:02.984-08:00</updated><title type='text'>Mantankapolri Akan Ditahan Sakit</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uEz23yBvI/AAAAAAAAAQM/zr1zTYvOYz0/s1600-h/rus.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uEz23yBvI/AAAAAAAAAQM/zr1zTYvOYz0/s400/rus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155360224893339378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uEhW3yBuI/AAAAAAAAAQE/mQXJVqqFVYo/s1600-h/jos.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uEhW3yBuI/AAAAAAAAAQE/mQXJVqqFVYo/s400/jos.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5155359907065759458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRC,Jakarta&lt;br /&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/1) malam, di Jakarta, mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Purn) Rusdiharjo, yang juga mantan Duta Besar (Dubes) RI di Malaysia. Rusdiharjo adalah tersangka dalam kasus korupsi pengurusan dokumen keimigrasian di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Rusdihardjo belum bisa langsung ditahan karena masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pemeriksaan di RSCM untuk mendapatkan sebagai second opinion menyangkut kesehatan Rusdihardjo yang sebelumnya dirawat di RS Medistra. Pemeriksaan ini didasarkan pada surat medis dari Rumah Sakit Medistra, yang mengatakan bahwa Rusdiharjo perlu tindakan medis karena ada penyumbatan pada saluran kemihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Penuntutan KPK Ferry Wibisono, di Gedung KPK, Jakarta, mengungkapkan, pemeriksaan di RSCM bertujuan untuk mengetahui dua hal yakni mengetahui kepastian apakah Rusdiharo dalam kondisi sehat dan memungkinkan dilakukan penahanan dan apakah Rusdiharjo membutuhkan tindakan medis operasi. "Kami akan mempertimbangkan kedua hal itu," kata Ferry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferry menjelaskan, dugaan perbuatan pidana Rusdiharjo dimulai sejak Januari 2004 sampai Oktober 2005 ketika memberlakukan pungutan ganda dalam KBRI di Kuala Lumpur. Akibat perbuatan ini, negara dirugikan sekitar Rp15 miliar rupiah. Ferry mengatakan, Rusdiharjo diduga menerima keuntungan pribadi dari pungutan ganda tersebut sebesar Rp 2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Rusdiharjo, pimpinan KPK juga telah memutuskan menahan mantan Kepala Dinas Imigrasi KBRI di Kuala Lumpur pada saat Rusdiharjo menjabat Duta Besar RI untuk Malaysia, Arikhen Tarigan. Arikhen saat ini telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.(don)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-821665471393687265?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/821665471393687265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=821665471393687265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/821665471393687265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/821665471393687265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/mantankapolri-akan-ditahan-sakit.html' title='Mantankapolri Akan Ditahan Sakit'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4uEz23yBvI/AAAAAAAAAQM/zr1zTYvOYz0/s72-c/rus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-2869243731710151366</id><published>2008-01-09T06:30:00.000-08:00</published><updated>2008-01-09T06:39:02.740-08:00</updated><title type='text'>Mantan Kapolri Rusdiharjo Semakin Terpojok</title><content type='html'>KRC, Jakarta&lt;br /&gt;Kunci Mati Sang Jenderal Rusdihardjo makin tersudut dalam kasus pungutan liar di Kedutaan Besar RI untuk Malaysia. Ia mengaku menerima duit dari agen yang mengurus dokumen imigrasi sebagai hadiah.&lt;br /&gt;SEPUCUK surat melayang ke rumah Kanjeng Pangeran Haryo Rusdihardjo di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Kamis pekan lalu. Isinya meminta mantan Kepala Kepolisian RI itu datang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Hari itu, KPK hendak menuntaskan pemeriksaan kasus korupsi Jenderal (Purn.) Rusdihardjo sebelum berkasnya diserahkan ke jaksa penuntut.&lt;br /&gt;Duta Besar RI untuk Malaysia periode 2004–2007 itu ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Maret 2007. Lima bulan kemudian terbit surat cegah tangkal. Pria 63 tahun ini terseret dalam kubangan perkara korupsi penerapan tarif ganda pengurusan dokumen keimigrasian di kedutaan yang ia pimpin.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, Hadi A. Wayarabi, pendahulu Rusdihardjo di KBRI Kuala Lumpur, dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Hukuman setimpal juga diberikan kepada Suparba W. Amiarsa, Kepala Bidang Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Keduanya ikut bancakan duit pungutan.&lt;br /&gt;Skandal ini juga menyeret bekas Kepala Subbidang Imigrasi KBRI Kuala Lumpur M. Khusnul Yakin Payapo, yang dihukum 2 tahun 5 bulan penjara. Pejabat Konsulat Jenderal KBRI di Penang, yaitu Erick Hikmat Setiawan, diganjar 20 bulan penjara. Adapun di Konsulat Jenderal KBRI Johor Baru, Eda Makmur divonis 2 tahun, dan Kepala Subbidang keimigrasian Prihatna Setiawan dipenjara 3 tahun.&lt;br /&gt;Kasus pungutan tarif ganda bermula pada pertengahan 1999, sewaktu duta besarnya adalah Muhammad Jacob Dasto. Sebelum melepas jabatannya, ia didatangi Suparba yang memohon agar Dasto menerbitkan acuan baru tarif pengurusan dokumen imigrasi. Alasannya, tarif yang ada sudah ketinggalan zaman. Rengekan Suparba dikabulkan Dasto dengan menerbitkan SK Dubes RI Nomor 021/SK-DB/0799,&lt;br /&gt;Nah, warisan Dasto inilah belakangan terungkap menjadi alat pemeras bagi warga yang mengurus dokumen keimigrasian di KBRI Malaysia di Kuala Lumpur dan sejumlah konsulat jenderal. SK ini dipermak menjadi dua versi: mahal dan murah. Versi mahal dipakai memungut biaya bagi warga yang butuh legalitas keimigrasian.&lt;br /&gt;Adapun SK versi murah digunakan untuk laporan hasil pungutan ke kas negara sebagai setoran penerimaan bukan pajak ke Jakarta. Modus menjaring duit ala KBRI Malaysia ini berjalan mulus hingga duta besarnya datang silih berganti. Dari Hadi A. Wayarabi Alhadar sampai Rusdihardjo.&lt;br /&gt;Borok ini terungkap berkat laporan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan yang dibisiki koleganya, semacam KPK di Malaysia. Diinformasikan terjadi lalu lintas dana sebesar Rp 13,8 miliar dari pejabat Konsulat Penang ke KBRI Kuala Lumpur. Kabar ini ditangkap Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda untuk ditindaklanjuti dengan membentuk tim investigasi pada 24 Oktober 2005.&lt;br /&gt;Rusdihardjo dinyatakan terlibat tidak hanya dari keterangan Hadi A. Wayarabi maupun Suparba. Keterangan serupa mengalir dari Jonas Lumban Tobing, anggota tim investigasi bentukan Departemen Luar Negeri.&lt;br /&gt;Menurut Jonas, Rusdihardjo mengetahui sekaligus menyetujui pungutan liar di KBRI Kuala Lumpur. Keterangan Jonas didasarkan hasil klarifikasi pada 24 November 2005, bahwa Rusdihardjo ketika itu saban bulan, sejak Januari 2004 sampai Mei 2005, menerima setoran duit dari Arihken Tarigan. Arihken adalah Kepala Bidang Imigrasi KBRI Kuala Lumpur yang menggantikan Suparba.&lt;br /&gt;Besarnya setoran sekitar 20–30 ribu ringgit Malaysia atau Rp 50–75 juta dengan nilai tukar Rp 2.500 per ringgit. Menurut Rusdihardjo, duit itu merupakan komisi pemberian agen pengurusan dokumen. Pengakuan itu dibuat secara tertulis yang disampaikan kepada Sudjanan Parnohadiningrat, Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri.&lt;br /&gt;Rusdihardjo sempat membela diri bahwa uang cuma-cuma tadi tidak dinikmati sendiri, melainkan dipakai membiayai operasional kantor kedutaan, di antaranya mendatangkan 14 anggota Brigadir Mobil Kepolisian RI dari Jakarta untuk menumpas calo di KBRI Kuala Lumpur. Di hadapan Sudjanan, keturunan keluarga Keraton Surakarta ini bersedia mengembalikan duit 317.700 ringgit yang diterima dari Arihken.&lt;br /&gt;Arihken yang semula kompak dengan Rusdihardjo dan saling menutupi borok masing-masing akhirnya mengoceh, menyebut bekas atasannya itu selalu minta jatah ringgit. Bukti-bukti ini yang dipakai KPK untuk menyeret Rusdihardjo ke meja hijau. ”Kasusnya sudah P21 (lengkap),” kata Ketua KPK Antasari Azhar.&lt;br /&gt;Kabar bahwa Rusdihardjo akan ditangkap tim KPK sempat merebak. Penangkapan itu akan dilakukan jika Rusdihardjo tiga kali dipanggil tidak datang ke gedung KPK. Kamis pekan lalu merupakan pemanggilan pertama. Tapi, kabar ini dibantah juru bicara KPK, Johan Budi S.P.&lt;br /&gt;Begitu pula ketika dikonfirmasikan ke Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah. Ihwal rencana penahanan Rusdihardjo, kata Chandra, ”Saya tidak mau komentar. Intinya KPK sudah mengumpulkan banyak bukti.”&lt;br /&gt;Yang jelas, menurut Antasari Azhar, berkas pemeriksaan Rusdihardjo sudah lengkap dan siap dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. ”Pelimpahan itu kami jadwalkan Kamis (pekan lalu),” kata Antasari. Selanjutnya, kata Antasari, jaksa penuntut membuat dakwaan. ”Jika semua lancar, berkasnya siap dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Kondisi kesehatan Rusdihardjo rupanya menghambat langkah KPK. Sejak 28 Desember 2007 ia dirawat di Rumah Sakit Medistra Jakarta. Menurut Chandra, mestinya pada Kamis pekan lalu tersangka menemui tim penyidik KPK. ”Kami panggil untuk diperiksa lagi, tapi batal,” ujar Chandra. KPK sudah menjadwal ulang pemanggilan Rusdihardjo. ”Waktunya tidak lama lagi.”&lt;br /&gt;Dalam wawancara dengan Tempo, Rusdihardjo bilang ia justru berusaha membenahi tumpang-tindihnya tarif pungutan. Caranya, ia hendak mencabut peraturan tarif tinggi. Menanggapi pengakuan Arihken, Rusdihardjo menjawab santai: ”Itu kan menurut catatannya. Dia juga bisa menulis US$ 3 juta, bukan? Mungkin psikologi tersangka, semua orang ditembak.”&lt;br /&gt;Bantahan Rusdihardjo sudah terlambat. Semua orang yang pernah menjadi anak buahnya dan tersangkut masalah ini ”bernyanyi”. Sri Edith Akilie, misalnya. Staf lokal bidang Imigrasi KBRI Kuala Lumpur ini mengatakan kepada penyidik, selama menjabat, Rusdihardjo tidak pernah mengubah kebijakan tarif ganda itu.&lt;br /&gt;Jonas sendiri tidak mau berkomentar tentang soal ini. Ketika dihubungi, Kamis pekan lalu, ia menjawab, semuanya sudah diserahkan ke KPK. Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri Dienne Hardianti Moeharyo idem ditto. ”Semuanya sudah di KPK. Kami hanya memantau saja.”&lt;br /&gt;(tp)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-2869243731710151366?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/2869243731710151366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=2869243731710151366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2869243731710151366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/2869243731710151366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/mantan-kapolri-rusdiharjo-semakin.html' title='Mantan Kapolri Rusdiharjo Semakin Terpojok'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-4081640491087156463</id><published>2008-01-09T06:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T18:19:03.176-08:00</updated><title type='text'>Kasus Gugatan  Maya Pada Dani Disidangkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4TaE23yBSI/AAAAAAAAAMc/KLKl7kTuqH8/s1600-h/dano.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153483650602501410" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="186" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4TaE23yBSI/AAAAAAAAAMc/KLKl7kTuqH8/s400/dano.jpg" width="326" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; KRC, JAKARTA -&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ahmad Dhani akhirnya hadir pada sidang cerainya dengan Maya Estianty di Pengadilan Agama Jakarta Selatan kemarin (8/1). Pada sidang pertama lalu, Dhani absen karena sakit.Sebagai tergugat, Dhani bahkan datang setengah jam lebih awal daripada Maya, sang penggugat. Sejak sidang pertama, perempuan tiga anak itu hadir bersama kuasa hukumnya, Sheila Salomo dan Kapitra Ampera. Sementara, Dhani ditemani tim kuasa hukum yang berjumlah tujuh orang. Mereka adalah Umar Husin, Muhammad Jhony, Derta Rahmanto,     Deddy Mulyadi Muis, Lidya Wongsonegoro, Arie Pujianto, dan Samsul Huda. Itu rekor terbanyak untuk sebuah kasus perceraian. Menurut Umar, bisa jadi, penyelesaian kasus itu membutuhkan pemikiran banyak orang. "Kedua, mereka memang ingin membantu supaya keluarga Dhani tetap utuh. Teman Dhani banyak," ucap Umar. Sidang berlangsung singkat, sekitar 30 menit. Sidang dengan agenda mediasi atau perdamaian itu dianggap menghasilkan hal positif bagi kedua belah pihak. "Sangat luar biasa, mengarah pada perdamaian. Sekarang kami akan siapkan format dan syarat mediasi tersebut," kata Kapitra.Sheila menambahkan, pada prinsipnya, keduanya mau dan terbuka melakukan perdamaian. Untuk itu, majelis hakim memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyiapkan format perdamaian tersebut selama dua pekan. "Majelis hakim menyerahkan kepada masing-masing pihak apakah perdamaian itu bersyarat atau tidak," ujarnya.Sangat mungkin, Maya akan mengajukan beberapa syarat dalam format perdamaian yang segera dibentuk oleh tim kuasa hukum dan dirinya tersebut. Sebaliknya, Dhani ingin rujuk tanpa syarat. Dhani berharap, Maya tidak mengajukan persyaratan yang neko-neko. Sepanjang realistis dan berlandaskan syariat Islam, syarat itu akan diterima. "Misalnya, Maya melarang saya berduaan dalam ruangan bersama perempuan, ya saya turuti. Sebab, itu sesuai dengan syariat Islam. Tapi, kalau Maya berikan syarat yang neko-neko, ya tidak terjadi perdamaian. Misalnya, saya nggak boleh urus Dewi Dewi," paparnya. Sejak awal, kata Dhani, dirinya tidak pernah menyatakan akan menceraikan Maya. Dengan demikian, saat sidang, di depan majelis hakim, frontman grup band Dewa 19 tersebut mengatakan, "Saya sampai mati tidak akan memberikan talak kepada istri saya." Maya mengungkapkan keluh kesah dan segala kesedihan yang dialami sampai akhirnya mengajukan gugatan cerai. "Mungkin, tadi kalian masih lihat matanya berkaca-kaca. Mbak Maya tadi sempat menangis," ungkap Sheila(don/gen)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-4081640491087156463?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/4081640491087156463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=4081640491087156463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4081640491087156463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/4081640491087156463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/kasus-gugatan-maya-pada-dani.html' title='Kasus Gugatan  Maya Pada Dani Disidangkan'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Z8FEprUUBWU/R4TaE23yBSI/AAAAAAAAAMc/KLKl7kTuqH8/s72-c/dano.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1340814459349143830.post-8726051703989686963</id><published>2008-01-09T06:22:00.000-08:00</published><updated>2008-01-09T06:24:39.652-08:00</updated><title type='text'>Polisi Amankan Heroin Senilai Rp.400 Juta</title><content type='html'>KRC ,Jakarta&lt;br /&gt;Tim Satuan Narkoba Polsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengamankan 421 gram heroin, atau senilai Rp 400 juta, dari dua orang pengedar dan seorang lagi buron pada 12 Desember tahun lalu.Kepala Polres Cempaka Putih Komisaris Polisi Pentas Napitu mengatakan, polisi awalnya menangkap Wali Nono Samat alias Nunu di Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan, saat bertransaksi dengan polisi yang sedang menyamar. Dari Nunu diperoleh barang bukti dua paket heroin seberat satu gram.Kemudian, sore harinya polisi mengembangkan kasus ini dan menangkap Ronan di Pasar Baru, Jakarta Pusat, dengan memanfaatkan telepon seluler milik Nunu. Barang bukti yang berhasil diamankan dari Ronan yaitu heroin sebanyak 20 gram. "Mereka satu komplotan sesama pengedar," kata Pentas kepada wartawan (9/1).Dari kedua tersangka inilah, kemudian polisi mendapat identitas pengedar lain yang bernama Udin. Namun saat polisi bersama kedua tersangka mendatangi Udin di kamar 211 Hotel Princen, kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, polisi hanya mendapati barang bukti berupa 200 gram heroin. Sementara Udin melarikan diri.Setelah itu polisi mendatangi kos Ronan di Jalan Pademangan Jakarta Utara, dan kembali lagi mendapati 200 gram heroin. Menurut Pentas, ketiga pengedar ini sudah sekitar dua tahun beraktifitas di wilayah Jakarta. Saat ini keduanya ditahan dan kasus ini terys dikembangkan. "Kami indikasikan mereka terlibat jaringan besar," kata Pentas.(sil)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1340814459349143830-8726051703989686963?l=krcpoliceline.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/feeds/8726051703989686963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1340814459349143830&amp;postID=8726051703989686963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8726051703989686963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1340814459349143830/posts/default/8726051703989686963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://krcpoliceline.blogspot.com/2008/01/polisi-amankan-heroin-senilai-rp400.html' title='Polisi Amankan Heroin Senilai Rp.400 Juta'/><author><name>KORAN RAKYAT Online</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp2.blogger.com/_Z8FEprUUBWU/R3oevG3yAGI/AAAAAAAAACM/MSrrAFMFC7w/S220/Image(04).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
